Indonesia Lawyers Club

ILC TvOne : 400 Ribu Amplop OTT Bowo, Fadli Zon Anggap Angka Fantastis dan Harus Masuk Rekor MURI

"Jadi ada perang total menggunakan amplop, ada perang total menggunakan sembako. Ada perang total menggunakan yang lain-lain.

ILC TvOne : 400 Ribu Amplop OTT Bowo, Fadli Zon Anggap Angka Fantastis dan Harus Masuk Rekor MURI
Screenshot TVOne
ILC TVOne LIVE, Ini Daftar Narasumber ILC TVOne! Ada Fahri Hamzah dan Fadli Zon, Rocky Gerung? 

ILC TvOne : 400 Ribu Amplop OTT Bowo, Fadli Zon Anggap Angka Fantastis dan Harus Masuk Rekor MURI

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon menilai 400 ribu amplop yang diduga dipersiapkan Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso merupakan angka fantastis. 

"Harus masuk rekor MURI. Karena tidak pernah ada orang buat ini untuk lebaran atau lainnya," ungkapnya saat jadi narasumber dalam program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne bertema Kejutan OTT KPK: Ratusan Ribu Amplop Untuk Serangan Fajar?, Selasa (02/04/2019) malam. 

Fadli Zon menuding patut diduga tujuan penyiapan amplop itu untuk diedarkan dan mengarah ke 17 April 2019. Terlebih, momen saat ini menjelang Pemilu Serentak 2019.

Baca: Akbar Faizal Bongkar Nama Caleg Bagi-bagi Uang di ILC TVOne, Tuntut Miing Lakukan Hal Ini!

Baca: Di ILC, Fadli Zon Tuding Kasus OTT Bukti Jokowi Gagal Ciptakan Pemerintahan yang Bersih dan Baik

Baca: Sebut Korupsi Politik Persoalan Mendasar Di ILC, Fadli Zon Usul Parpol Dibiayai Swasta atau Negara

"Apakah betul ini hanya untuk Pileg (Pemilu Legislatif) ? Apakah juga untuk Pilpres sekalian. Karena tadi dikonfirmasi oleh Febri (Juru Bicara KPK_red), juga ada cap jempol. Saya kira dalam situasi sekarang apa sih artinya cap jempol itu?" tanyanya. 

"Cap jempol dalam politik itu ya paslon nomor satu. Karena diumumkan sendiri kok oleh Pak Jokowi bahwa simbolnya jempol," timpal Fadli Zon

Fadli menganggap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan terlalu tergesa-gesa menyatakan OTT ini tidak ada kaitannya dengan pihak lain. 

Ia juga pertanyakan mengapa KPK bisa mengambil kesimpulan terlalu dini.

"Kenapa ambil kesimpulan seperti itu? Mestinya seperti biasa, kalau tidak salah SOP di KPK jika ada OTT, semua itu ditunjukkan termasuk amplopnya itu. Sekarang rakyat bertanya-tanya amplopnya seperti apa sebenarnya," tanya dia.

Baca: VIDEO: Puluhan Santri Keracunan Massal Usai Nikmati Nasi Kotak

Baca: PREDIKSI Ajax Amsterdam Vs Juventus Perempat Final Liga Champion 2019 lIVE rcti pUKUL 02.00 WIB

Baca: Andik Vermansah Tak Turun di Menit Awal Semifinal Piala Presiden 2019, Ternyata Demi Sang Mantan

"Ini supaya kita tidak berimajinasi. Cap jempol itu seperti apa? Apakah itu di-print atau dicetak? Dan seperti apa arahnya. Perlu penjelasan dari Komisioner KPK. Dari Pak Agus, Bu Basaria. Pimpinan KPK memang mau mengungkap ini atau tidak? Atau kebetulan saja karena ini OTT, lalu harus terpaksa mengakui ini," papar Fadli Zon.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved