Indonesia Lawyers Club

ILC : Jubir TKN Maman Abdurrahman Sampaikan Permohonan Maaf ke Publik atas Kasus OTT Kader Golkar

"Saya atas nama pribadi dan juga sebagai kader muda Partai Golkar dengan segala kerendahan hati ingin mengucapkan permohonan maaf sedalam-dalamnya

ILC : Jubir TKN Maman Abdurrahman Sampaikan Permohonan Maaf ke Publik atas Kasus OTT Kader Golkar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFON PARDOSI
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Maman Abdurrahman 

ILC : Jubir TKN Maman Abdurrahman Sampaikan Permohonan Maaf ke Publik atas Kasus OTT Kader Golkar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Maman Abdurrahman sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia atas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso oleh KPK yang diduga mempersiapkan 400 ribu amplop yang berisi pecahan uang Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu pada Kamis (28/3/2019) dini hari.

Hal itu disampaikan saat program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne bertema Kejutan OTT KPK: Ratusan Ribu Amplop Untuk Serangan Fajar?, Selasa (02/04/2019) malam. 

"Saya atas nama pribadi dan juga sebagai kader muda Partai Golkar dengan segala kerendahan hati ingin mengucapkan permohonan maaf sedalam-dalamnya bagi masyarakat Indonesia. Bila kejadian ini betul-betul mengganggu atau membuat sebagian masyarakat Indonesia kecewa," ungkapnya.

Baca: Akbar Faizal Bongkar Nama Caleg Bagi-bagi Uang di ILC TVOne, Tuntut Miing Lakukan Hal Ini!

Baca: Di ILC, Fadli Zon Tuding Kasus OTT Bukti Jokowi Gagal Ciptakan Pemerintahan yang Bersih dan Baik

Baca: ILC TvOne : 400 Ribu Amplop OTT Bowo, Fadli Zon Anggap Angka Fantastis dan Harus Masuk Rekor MURI

Maman sapaannya mengatakan secara pribadi kenal dengan Bowo Sidik Pangarso yang merupakan kader partai Golkar. Ia memastikan bahwa Golkar telah ambil keputusan dengan memberhentikan Bowo dari kepengurusan partai. 

Sementara itu, untuk status sebagai Anggota DPR RI masih menunggu proses-proses selanjutnya sesuai peraturan yang ada.  

"Namun, yang ingin saya tegaskan dalam forum ini adalah itu betul-betul inisiatif pribadi beliau. Jangan sampai kita melihat ini sebagai sebuah langkah-langkah institusi," terang Maman Abdurrahman

Terlepas dari hal itu, Maman menegaskan tidak ada toleransi untuk korupsi. Musuh kita bersama adalah korupsi. Korupsi adalah extraordinay crime atau kejahatan luar biasa. kita bersepakat sampai ujungmanapun prakterk korupsi harus kita sudahi.

Baca: Dewan Pers Ajak Media Utamakan Kepentingan Bangsa

Baca: Sebut Korupsi Politik Persoalan Mendasar Di ILC, Fadli Zon Usul Parpol Dibiayai Swasta atau Negara

Baca: Zodiak Minggu Ini: Jangan Mudah Percaya pada Orang Baru Dikenal

"Saya melihat sudut pandang agak berbeda karena praktik seperti ini sudah kesekian kalinya dan ini bukan yang pertama kali. Sampai saat ini belum ada langkah-langkah solusi konkrit. Pertanyaannya siapa yang salah?" timpal dia.

"Kita mau salahkan partainya? Mau salahkan pemerintah pusatnya seperti yang disampaikan Mas Fadli Zon? Ataukah kita mau menyalahkan KPK sebagai salah satu institusi yang berdiri di garda terdepan dalam konteks pemberantasan korupsi? atau kita menyalahkan si pelakunya atau oknumnya?." tanya Maman.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved