Indonesia Lawyers Club

Hadir di ILC 2 April 2019, Zainal Arifin Mochtar Nilai Ada Pembodohan Sistematis Soal Politik Uang

Mengutip data soal riset itu, kata Zainal Arifin, Indonesia termasuk yang paling parah nomor tiga di dunia soal money politic.

Hadir di ILC 2 April 2019, Zainal Arifin Mochtar Nilai Ada Pembodohan Sistematis Soal Politik Uang
Kompas.com
Zainal Arifin Mochtar, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada 

Hadir di ILC 2 April 2019, Zainal Arifin Mochtar Nilai Ada Pembodohan Sistematis Soal Politik Uang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) Universitas Gajahmada, Zainal Arifin Mochtar menilai ada semacam pembodohan sistematis oleh para politisi terhadap masyarakat.

Hal ini berkaca dari potret politik uang atau money politic yang terjadi saat Pemilu di Indonesia.  

Indonesia masuk kategori negara yang cukup mengkhawatirkan berdasarkan riset yang dilakukan oleh Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi.  

"Apa yang terjadi di sini sebenarnya adalah ada semacam pembodohan sistematis oleh para politisi terhadap masyarakat," ungkap Zainal Arifin Mochtar saat  program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne bertema Kejutan OTT KPK: Ratusan Ribu Amplop Untuk Serangan Fajar?, Selasa (02/04/2019) malam.

Baca: Akbar Faizal Bongkar Nama Caleg Bagi-bagi Uang di ILC TVOne, Tuntut Miing Lakukan Hal Ini!

Baca: Akbar Faizal Blak-blakan Bongkar Caleg PAN Bagi-Bagi Uang, Sebut Nama Hingga Tempat Pembagian Uang

Baca: ILC TvOne : 400 Ribu Amplop OTT Bowo, Fadli Zon Anggap Angka Fantastis dan Harus Masuk Rekor MURI

Mengutip data soal riset itu, kata Zainal Arifin, Indonesia termasuk yang paling parah nomor tiga di dunia soal money politic.

Pasalnya, 33 persen lebih pemilih mengaku pernah ditawari money politic

"Kalau konsep pernah ditawari kan berarti sudah ketemu orang yang mau memberi, supply dengan demand-nya," timpal dia.

Zainal menerangkan istilah pembodohan sistematis terlontar karena yang mengajari politik uang ke masyarakat adalah para politisi.

Politisi mengajari masyarakat mulai dari tidak paham, lantas paham meminta uang.

Baca: Di ILC, Fadli Zon Tuding Kasus OTT Bukti Jokowi Gagal Ciptakan Pemerintahan yang Bersih dan Baik

Baca: Sebut Korupsi Politik Persoalan Mendasar Di ILC, Fadli Zon Usul Parpol Dibiayai Swasta atau Negara

Baca: ILC : Jubir TKN Maman Abdurrahman Sampaikan Permohonan Maaf ke Publik atas Kasus OTT Kader Golkar

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved