2019 Diprediksi Jadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah Manusia, Dampaknya Bisa Berbahaya

Sekitar 80 persen peristiwa El Nino penuh melanda bumi, sehingga seluruh manusia merasakan dampak cuaca panas terekstrim tersebut.

2019 Diprediksi Jadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah Manusia, Dampaknya Bisa Berbahaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Warga melihat fenomena alam gerhana matahari. 

Gelombang panas 2018 juga menurunkan produktivitas manusia secara signifikan.

Sebab, orang-orang harus berada di rumah selama beberapa hari karena terlalu berisiko jika beraktivitas di luar ruangan.

Sebanyak 153 jam kerja musnah akibat gelombang panas tahun ini.

La Nina, kebalikan dari El Nino, membentuk siklus alam yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga tiga tahun.

Ketika itu terjadi, pola cuaca di seluruh duni akan terpengaruh.

Baca: Cegah Karhutla, Pemkab Kubu Raya Bagikan Trikoderma ke Petani

Baca: Harap data TMS DPTHP 3 Dicoret, Ini Alasan Suriansyah

Menimbulkan berbagai dampak pada hasil panen, kelaparan, risiko kebakaran, pemutihan karang, dan cuaca ekstrem.

Badai matahari terjang bumi pada 15 Maret 2019. (istimewa)
Peneliti mengatakan, dampak dari El Nino maupun La Nina saat ini, lebih parah dari 20 tahun sebelumnya akibat suhu yang menghangat.

Ketika El Nino membawa hujan dan suhu yang lebih dingin di selatan AS, itu akan membawa panas dan kekeringan di Australia, serta musim salju yang kering di tenggara Afrika dan utara Brasil.

Menurut Stevenson, peristiwa El Nino akan menyebabkan kondisi dingin dan basah di AS, berisiko banjir.

Sementara itu, La Nina akan meningkatkan bahaya kebakaran dan kekeringan.

Halaman
1234
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved