2019 Diprediksi Jadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah Manusia, Dampaknya Bisa Berbahaya

Sekitar 80 persen peristiwa El Nino penuh melanda bumi, sehingga seluruh manusia merasakan dampak cuaca panas terekstrim tersebut.

2019 Diprediksi Jadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah Manusia, Dampaknya Bisa Berbahaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Warga melihat fenomena alam gerhana matahari. 

"Dengan El Nino, sangat mungkin 2019 menjadi tahun terpanas," ujar Samantha Stevenson, ilmuwan iklim di University of California, Santa Barbara.

Baca: GOW Kota Singkawang Ajak Warga Berikan Perhatian Pada Anak Autis

Baca: JADWAL Liga Inggris Malam Ini, Ada Manchester City, Tottenham dan Chelsea Berebut Posisi Klasemen

Diketahuim tahun-tahun terpanas di Bumi telah terjadi dalam empat tahun terakhir, yaitu 2015-2018.

Dipicu oleh peningkatan emisi karbon dioksida yang memerangkap panas dan telah melebihi rekor.

Iklim Bumi lebih hangat dari rata-rata abad ke-20 selama 406 bulan terakhir.

Artinya, tidak ada orang di bawah usia 32 tahun yang pernah mengalami dingin seperti di masa tersebut.

"Pemanasan yang meningkat akan memengaruhi kesehatan manusia, serta akses ke makanan dan air tawar. Itu juga bisa menyebabkan kepunahan hewan dan tumbuhan, merusak kehidupan terumbu karang dan makhluk laut," kata Elena Manaenkova, Sekretaris Jenderal World Meteorological Organization (WMO).

Bahaya panas

Dunia yang menghangat berarti akan ada kerusakan ekstrem dan cuaca berbahaya seperti gelombang panas, kebakaran, kekeringan, banjir dan badai ganas.

Pada 2018, ada lebih 70 badai tropis di Belahan Bumi Utara. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yang hanya berjumlah 53.

Badai kuat dan merusak ini diketahui membawa kehancuran di Kepulauan Mariana, Filipina, Vietnam, Korea, dan Tonga.

Halaman
1234
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved