Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Erma Suryani Ranik Sampaikan Pesan Damai di Pemilu 2019

"Kita harus selalu damai, tetap saling menghormati, meskipun beda pilihan," pesan Erma ditemui usai kampaye.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Erma Suryani Ranik Sampaikan Pesan Damai di Pemilu 2019
TRIBUNPONTIANAK/Nur Imam Satria
Caleg DPR RI, Erma Suryani Ranik saat hadir dalam kampanye terbuka partai Demokrat di Desa Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang. Selasa (02/04). 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Erma Suryani Ranik Sampaikan Pesan Damai di Pemilu 2019

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Calon Anggota DPR RI Partai Demokrat Dapil Kalbar 1 nomor urut 1, Erma Suryani Ranik SH melakukan kampaye terbuka di Desa Sukabangun Kecamatan Delta Pawan Ketapang, Selasa (02/04/2019).

Pada kesempatan ini wanita yang akrab disapa Erma ini menyampaikan pesan damai di Pemilu 2019 ini baik Pilpres maupun Pileg.

"Kita harus selalu damai, tetap saling menghormati, meskipun beda pilihan," pesan Erma ditemui usai kampaye.

Menurut Erma yang juga wakil Ketua Komisi III DPR RI ini, dalam tahun politik pileg dan pilpres adalah agenda nasional yang biasa saja dan rutin. Setiap lima tahun sekali kita melaksanakan.

"Pemilu ini pesta rakyat, jadi jangan sampai berantem sesama hanya karena beda pilihan," ujarnya.

Baca: Pencurian Uang Rp 24 Juta Tanpa Merusak Brankas Sedikitpun, Kapolsek: Aneh Tapi Nyata

Baca: TERPOPULER - Arief Poyuono dan Ferdinand Hutahean, Video Viral Ceramah, hingga Kampanye Sandiaga Uno

Baca: Yuk, Cobain Ayam Penyet Sambal Matah Hotel Transera Pontianak

Erma menegaskan, tahun politik bukan digunakan untuk menjelek-jelekan Capres maupun para Caleg, namun digunakan untuk memilih para pemimpin yang akan membawa bangsa ini maju, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Terutama pilpres 2019, saya ingatkan bahwa para capres dan cawapres adalah anak bangsa dan dari figur-figur yang terbaik, nantinya akan memimpin negara ini," tegasnya.

Ia pun berujar, masyarakat pasti memiliki pilihan masing-masing pasti berbeda, semestinya tidak harus saling menghina, bahkan sampai berkelahi hanya karena saling ejek pilihan capresnya masing-masing.

Erma mengajak agar persoalan beda pilihan capres dilihat secara bijak, bahwa pasangan capres dan cawapres adalah putera-putera terbaik bangsa terpilih yang tidak diragukan lagi kualitasnya.

"Ini pesan damai saya, pilpres bukan saling menjelekan, bukan ajang pecah belah, tapi untuk memilih pemimpin yang mampu menghadirkan keadilan," ucapnya.

Selain itu, Ia menambahkan dalam memilih calon pemimpin harus melihat kualitas diri calon, latar belakangnya, moralnya, integritasnya dan kualitas visi, misi serta program-programnya.

Kampaye terbuka partai Demokrat ini disambut antusias masyarakat. Tampak warga memadati acara tersebut.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved