Sutarmidji Sebut Tak Pernah Baca Komentar Netizen di Facebooknya

Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengaku tidak pernah membaca apa saja yang dikomentari netizen di postingan Facebooknya.

Sutarmidji Sebut Tak Pernah Baca Komentar Netizen di Facebooknya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anesh Viduka
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan arahannya saat membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XXIII provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 di kantor BPSDM provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa (12/3/2019). Diklat Kepemimpinan ini diikuti 40 peserta dan berlangsung sejak 12 Maret sampai 5 Juli 2019. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Sutarmidji Sebut Tak Pernah Baca Komentar Netizen di Facebooknya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengaku tidak pernah membaca apa saja yang dikomentari netizen di postingan Facebooknya.

Sutarmidji tidak menjelaskan secara rinci postingan apa yang dia maksud.

Namun, pada saat itu Sutarmidji tengah membahas soal berbagai tuduhan yang kerap ditujukan kepada Capres 01 Joko Widodo soal larangan azan maupun perkawinan sejenis dan Capres 02 Prabowo soal tudingan mendukung khilafah.

Baca: Dorong Perluasan Penggunaan Kompor Listrik, Sasar Perorangan dan Pelaku UMKM

Baca: ZODIAK Kamis 4 April 2019, Aquarius Jangan Berkecil hati, Libra Dihadapkan Pilihan yang Sulit

Baca: Rumah Anang Hermansyah Ternyata Banyak Hantu Perempuan, Hantunya Beri Pesan Ini untuk Ashanty!

Sutarmidji meminta masyarakat untuk tidak mempercayai tuduhan-tuduhan tersebut.

Sutarmidji pun mengajak masyarakat untuk saling menghormati pilihan dalam Pemilu 2019.

"Tapi kalau saya udah buat suatu status di Facebook itu yang bahas macam-macam kalimatnya. Kalimatnya macam-macam. Tapi saja biarkan jak, karena saya tak pernah bacanya," kata Sutarmidji ketika menyampaikan sambutan di acara Musrenbang RKPD Kayong Utara di Sukadana, Selasa (2/4/2019).

Sutarmidji mengatakan, yang terpenting dari postingan itu, jumlah netizen yang menyukai harus lebih banyak daripada yang memberi komentar.

"Komentar itu kan kalau ada lima ribu, paling yang ndak suka komentar dua ribu, tiga ribunya masih bagus. Artinya, yang saya buat status itu, kalau ada nyangkut-nyangkut itu ya itulah yang menang," papar Sutarmidji.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved