FPI Singkawang Angkat Suara dan Ungkap Fakta Soal Video Viral Ceramah di Stadion Kridasana

Artinya, FPI tidak terlibat dalam kegiatan Singkawang Bersholawat yang digelar beberapa waktu lalu di Stadion Kridasana.

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
Safir Makki
FPI minta logo mereka tak dicatut untuk deklarasi dukungan Capres. 

FPI Singkawang Angkat Suara dan Ungkap Fakta Soal Video Viral Ceramah di Stadion Kridasana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Singkawang memastikan, hingga saat ini belum pernah membuat kegiatan semacam bersholawat di Kota Singkawang.

Artinya, FPI tidak terlibat dalam kegiatan Singkawang Bersholawat yang digelar beberapa waktu lalu di Stadion Kridasana.

Seperti diberitakan sebelumnya, video ceramah diduga di Kota Singkawang viral di media sosial.

"Acara itu yang jelas panitia pelaksananya bukan FPI," kata DPW FPI Kota Singkawang, Muhammad Bilal, Selasa (02/04/2019).

Baca: Buntut Video Viral Singkawang Bersholawat TKD Jokowi Datangi Polda Kalbar! Sebut Penumpang Gelap

Baca: KRONOLOGI Driver Ojek Online Tewas Terlindas Tronton, Hidup Yoga Berakhir di Antara Ban Depan

Baca: Curhat Sama Ria Ricis, Lucinta Luna Akui Mike Lewis Dahsyat Hingga Vicky Prasetyo Pernah Merayunya

Faktanya, Bilal mengaku tidak diundang apalagi hadir dalam kegiatan Singkawang Bersholawat di Stadion Kridasana.

Ia mengatakan FPI Singkawang sudah membuat statement bersama Pemerintah Kota (Pemkot) dan Kapolres dalam rangka untuk mendukung pemilu dengan aman dan damai.

FPI bersama beberapa organisasi Islam dan pemerintah berperan dalam rangka menyukseskan pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang.

"Tentu dalam hal ini harus kita jaga komitmen itu bersama," kata Muhammad Bilal.

Gelar Konferensi Pers Terkait Video Viral Ceramah di Stadion Kridasana

Viral ceramah diduga terjadi di Stadion Kridasana, Kota Singkawang, Kalbar, beredar di media sosial Facebook, Selasa (2/4/2019).

Bawaslu Kota Singkawang siap memproses terkait peristiwa dugaan pelanggaran pemilu berupa dakwah yang sifatnya menghina, menghasut dan mengadu domba sebagaiman dimaksud dalam pasal 280 ayat 1 atau pun pasal pasal lainnya.

"Bawaslu Kota Singkawang sudah ada menerima satu laporan atas peristiwa dakwah di Stadion Kridasana tinggal menunggu keterpenuhan syarat materil untuk kita register," kata Ketua Bawaslu Kota Singkawang, Zulita saat menggelar Konferensi Pers di Hotel Dangau, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (2/4/2019).

Berikut videonya:

Imbau Masyarakat Tak Terpancing

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved