Kejaksaan Kapuas Hulu Sudah Serahkan Berkas Kasus Batu Antimoni ke PN

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Kapuas Hulu Ricky menyatakan, perkara kepabeanan batu antimoni atas tiga orang tersangka

Kejaksaan Kapuas Hulu Sudah Serahkan Berkas Kasus Batu Antimoni ke PN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Kepala Rutan Klas IIB Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, Mulyoko SH saat mengobrol dengan seorang tersangka batu Antimoni, di Rutan Putussibau. 

Berkas Kasus Batu Antimoni Sudah Diserahkan di PN

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Kapuas Hulu Ricky menyatakan, perkara kepabeanan batu antimoni atas tiga orang tersangka sudah diserahkan ke Pengadilan Negeri, terkait kapan sidang dan penetapan penahanan sudah menjadi kewenangan pengadilan.

"Dalam perkara kepabeanan batu antimoni ilegal itu ada tiga tersangka yaitu Sap, RY dan Mah. Dimana selama proses di Kejari Kapuas Hulu ketiga tersangka tersebut, sudah di lakukan penahanan yang dititipkan di Rutan Putussibau," ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

Sedangkan pelimpahan berkas perkara kepabeanan itu sejak 27 Maret 2019 belum lama ini, dan selanjutnya kewenangan persidangan itu ada di pengadilan.

Baca: BMKG Prakirakan Siang Ini Akan Hujan Lokal di Pontianak

Baca: Rossa Standing Ovation untuk Elvan Saragih di Rising Star Indonesia 2019, Kamu Calon Juara

Baca: KPU KKU Kemungkinan Tambah TPS Sesuai DPTb 2

Baca: Avanza Hitam Tabrak Pejalan Kaki Samping Ayani Megamall, Kasat Lantas Beberkan Kronologinya

"Terkait tuntutan dari kami, sesuai SOP internal dan tentunya sesuai fakta persidangan dan pasal yang dikenakan," ucapnya.

Ricky menjelaskan, ketiga tersangka itu masing - masing melanggar pasal 102 A huruf (a) dan (e) Undang - Undang nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang - Undang nomor 10 tahun 1995, tentang kepabeanan jo pasal 56 KUHP dengan ancaman penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10 tahun, kemudian pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

"Penyeludupan batu antimoni ilegal itu di gagalkan oleh tim gabungan TNI - Polri yang sedang patroli bersama di perbatasan Indonesia - Malaysia, Kecamatan Badau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat pada 28 Nopember 2018 lalu, dengan barang bukti bongkahan batu antimoni seberat kurang lebih 4,5 ton beserta satu unit truk," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved