Driver Ojol Tewas Laka Lantas
Kapolsek Barat Akui Jeruju Jalur Maut, Koordinator Ojol Galang Bantuan untuk Keluarga Korban
Ia pun mengimbau seluruh pengendara agar selalu waspada dalam mengemudikan kendaraannya bila melintasi Jl Kom Yos Sudarso (Jeruju).
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Yak Nurul Anshori
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Abdullah SH menjelaskan, kasus lakalantas yang menwaskan seorang driver Ojek Online (Ojol), Yoga di Jl Kom Yos Sudarso (Jeruju), Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Selasa (2/4/2019) pukul 14.40 WIB, sudah ditangani Satlantas Polresta Pontianak.
Ia pun mengimbau seluruh pengendara agar selalu waspada dalam mengemudikan kendaraannya bila melintasi Jl Kom Yos Sudarso (Jeruju).
"Wilayah Pontianak Barat memang kerap terjadi lakalantas dengan truk tronton karena dekat dengan pelabuhan. Demi menekan laka, kami selalu patroli pengamanan lingkungan, memberikan imbauan dan sosilaidasi kepada masyarakat, termasuk imbauan waspada jambret, curanmor, antisipasi kebakaran dan lain-lain," tandasnya.
Kompl Abdullah mengatakan ia berencana akan melayat ke rumah duka di Gang Kelapa III, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak Barat, yang juga tak jauh dari lokasi kejadian.
Baca: Driver Ojol Tewas Terlindas Truk Tronton, Warga Jeruju Akui Jalur Maut
Baca: Akhirnya CPNS 2010 - 2012 Terima SK PNS, Bupati Muda Ingatkan Kompetisi Karier
Ketua Organisasi Driver Online Pontianak, Siswono mengimbau agar para driver mematuhi rambu dan santun dalam berkendara demi keselamatan lalulintas. Pria akrab disapa Abah Sis itu mengaku, mereka dari Organisasi Driver Online Pontianak berencana akan membantu korban kecelakaan tersebut.
"Saya baru tahu tadi siang, rencananya kita akan bantu keluarga korban. Nanti Abah mau bicarakan dulu di dalam organisasi," ujarnya.
Abah Sis itu menjelaskan, korban belum tergabung menjadi anggota Driver Online Pontianak.
"Sebenarnya korban tidak tergabung sebagai anggota organisasi kita, namun sebagai toleransi mungkin kita akan berpikir buat ke sana (membantu)," ujarnya.