Pemkot Singkawang Evaluasi Program Kota Layak Anak

Untuk mewujudkan KLA di Singkawang dari forum anak sangat membutuhkan dukungan secara optimal.

Pemkot Singkawang Evaluasi Program Kota Layak Anak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang mendeklarasikan komitmen Kota Layak Anak di Hotel Sentosa, Jalan Komyos Soedarso, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (1/4/2019). 

Pemkot Singkawang Evaluasi Program Kota Layak Anak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pemkot Singkawang mendeklarasikan komitmen Kota Layak Anak di Hotel Sentosa, Jalan Komyos Soedarso, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (1/4/2019).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang, Martinus Missa mengatakan tujuan dari rakor pada hari ini merupakan wadah untuk melakukan evaluasi terhadap program dan kegiatan yang telah dilakukan oleh anggota gugus tugas kota layak anak.

"Kita melakukan evaluasi terhadap program dan kegiatan dalam rakor ini," katanya pada rapat koordinasi (Rakor) deklarasi Kota Layak Anak di Hotel Sentosa, Jalan Komyos Soedarso, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (1/4/2019).

Baca: Kamu Lolos atau Tidak di SPAN PTKIN 2019 ? Cek Nama Kamu di Link Berikut Ini!

Baca: Hanya Satu Polindes Layani Warga Desa Arus Deras

Gugus tugas kota layak anak dibentuk berdasarkan Keputusan Walikota Singkawang nomor 187 Tahun 2011 yang beranggotakan hampir seluruh Kepala OPD terkait dengan pengembangan kota layak anak.

Presiden Anak Kalbar sekaligus Ketua Forum Anak Singkawang (Fantasi), Ariq Ananta Wiguna menilai jika Singkawang layak menjadi kota layak anak (KLA) dengan dukungan dari berbagai pihak.

Kemudian bagaimana pemuda anak Kota Singkawang bisa secara mandiri untuk membangun Kota Layak Anak (KLA).

Untuk mewujudkan KLA di Singkawang dari forum anak sangat membutuhkan dukungan secara optimal. 

"Dalam arti lebih kepada Perda yang mengatur guna mendukung program yang akan dilaksanakan," katanya.

Menurut siswa SMA Negeri 1 Singkawang ini, mereka telah melakukan berbagai kegiatan melalui program  yang dibuat.

Di antaranya pelarangan pemasangan iklan rokok. Dimana pada tahun 2017, bersama ketua OSIS dan timnya menurunkan iklan rokok.

Momentumnya bukan hanya memprotes iklan rokok saja, tapi bagaimana menggalang pelaku usaha dalam mewujudkan Singkawang sebagai kota layak anak (KLA). 

"Tujuannya hanya semata-mata untuk mengajak dan mewujudkan Singkawang sebagai kota layak anak (KLA) yang bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan forum anak saja, tapi juga melibatkan beberapa pihak seperti pelaku usaha warung dan kafe," ungkapnya. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved