Membuka Lahan Tanpa Membakar, Anwar Terinspirasi Petani Karet

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengatakan perlu duduk bersama

Membuka Lahan Tanpa Membakar, Anwar Terinspirasi Petani Karet
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolresta Pontianak Kombes Muhammad Anwar Nasir merelease penangkapan sabu oleh Sat Resnarkoba Polresta Pontianak Kota, di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (16/1/2019) siang. Barang bukti berupa sabu dalam tiga bungkus plastik klip besar diamankan dari tersangka hasil pengembangan penyelidikan sejak awal Januari di Jalan Gajahmada yang akan dikirim ke Banjarmasin. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Membuka Lahan Tanpa Membakar, Anwar Terinspirasi Petani Karet

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengatakan perlu duduk bersama untuk mendengarkan aspirasi para petani.

Diakui olehnya terinspirasi menginisiasi pertemuan setelah beberapa waktu lalu bertemu dengan sejumlah petani karet yang ternyata berhasil membuka lahan tanpa membakar.

"Jadi kegiatan ini demi masyarakat kita semuanya, baik petani maupun yang ikut merasakan sakitnya asap akibat karhutla itu," ujarnya.

Baca: Edi Tegaskan Semua Pihak Harus Sadar Karhutla Sangat Merugikan

Baca: Real Madrid Siapkan Rp 2,3 Triliun Boyong Paul Pogba ke Los Galacticos Jilid III

Baca: Sambut Baik Lomba Mancing Mania, Ini Harapan Dewan Sanggau

Anwar menegaskan selaku aparat penegak hukum, dirinya komit pada ketentuan yang berlaku, di mana ada sanksi hukum bagi pembakar lahan. Ia mengingatkan meski aturan membolehkan membakar lahan seluas maksimal dua hektare, namun tetap saja ada risiko mengancam jika ternyata api tidak bisa dikendalikan.

"Siapa yang bisa menjamin bahwa ketika sudah dua hektare api mati dengan sendirinya? Terus ada tidak yang membakar menunggu betul hanya dua hektare, tidak lebih. Jadi kita memang harus membuat terobosan," katanya.

Menurutnya pola pikir membuka lahan tanpa bakar harus diubah, karena terbukti ada teknologi yang memungkinkan untuk itu. Sebab itu, ia menyarankan agar tatap muka dengan petani menghasilkan rekomendasi yang bisa diteruskan ke pemerintah provinsi dan seterusnya ke atas.

"Hasil ini kita laporkan dan beri rekomendasi sehingga terus naik ke atas, ke nasional. Sehingga syukur-syukur tempat kita jadi bisa jadi percontohan penanganan karhutla khususnya untuk preemtif bahwa buka lahan tidak mesti dengan cara bakar," harapnya.

Anwar mengingatkan karhutla sangat menyengsarakan banyak orang dan berdampak pada banyak hal serta merugikan negara. Padahal dana besar untuk penanggulangan karhutla sangat mungkin dikonversi untuk membantu petani jika ada pemahaman yang sama.

"Asapnya itu menimbulkan banyak orang sakit, nanti petani disumpahin dan tidak berkah ladangnya. Jangan kita berpikir mundur, ini hanya perlu kemauan dan dukungan dari pemerintah. Api ini kecil teman besar lawan, susah dikendalikan dan ini perlu cari solusinya," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved