Banjir Berkepanjangan, Pemerintah Iran Terbitkan Status Darurat

Penduduk Iran berjuang melawan banjir bandang yang meluas sejak 19 Maret lalu. Kota Shiraz dilaporkan menjadi daerah paling parah terdampak banjir.

Banjir Berkepanjangan, Pemerintah Iran Terbitkan Status Darurat
AFP/Fars News/Ali Dehghan
Wilayah yang dilanda banjir di desa Agh Ghaleh, Iran utara. Foto ini dirilis oleh kantor berita Iran Fars News pada 23 Maret 2019. (AFP/Fars News/Ali Dehghan) 

Banjir Berkepanjangan, Iran Terbitkan Status Darurat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penduduk Iran berjuang melawan banjir bandang yang meluas sejak 19 Maret lalu. Kota Shiraz dilaporkan menjadi daerah paling parah terdampak banjir.

Banjir menyebabkan setidaknya 45 orang tewas, sementara hujan deras diperkirakan terus mengancam.

Diwartakan VOA News, pemerintah pada Sabtu (30/3/2019) menerbitkan keadaan darurat  atas bencana banjir. Sebanyak 56 desa di dekat sungai Dez dan Karkheh di provinsi Khuzestan yang kaya minyak dilanda banjir.

Baca juga: Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir di Iran, 21 Orang Tewas

"Beberapa warga menolak dievakuasi karena mengurus ternak mereka," kata Gubernur Provinsi Khuzestan, Gholamreza Shariati.

"Mereka pernah mengalami keadaan yang sama di masa lalu," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Energi Iran Reza Ardakanian mengatkan, pihak berwenang bekerja sepanjang waktu untuk mengendalikan banjir dan meminimalkan kerusakan.

"Diperkirakan dalam lima hari ke depan sekitar 3 miliar meter kubik air akan mengalir ke waduk bendungan di Khuzestan karena curah hujan," katanya.

"Dari jumlah itu, 1,8 miliar meter kubik di antaranya harus dilepaskan," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Rizky Zulham
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved