Smartwomen

Lilis Suryaningsih Bercita-cita Kibarkan Bendera Merah Putih di Hongkong

Pada April mendatang, Lilis akan memperkuat tim angkat berat Indonesia dalam ajang Asian Equipped Powerlifting Championship 2019

Lilis Suryaningsih Bercita-cita Kibarkan Bendera Merah Putih di Hongkong
TRIBUNPONTIANAK/Destriadi Yunas Yumasani
Lilis Suryaningsih atlet angkat berat dari Pontianak yang akan memperkuat Indonesia dalam ajang Asian Equipped Powerlifting Championship 2019 pada April mendatang di Hongkong, saat berlatih di tempat latihan Persatuan Angkat Berat Besi dan Binaraga (PABBSI) Kalimantan Barat, di GOR Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (29/3/2019) sore. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Lilis Suryaningsih Bercita-cita Kibarkan Bendera Merah Putih di Hongkong

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Cita-cita Lilis Suryaningsih untuk mengibarkan bendera merah putih di Negeri Seberang, seperti mulai mendapatkan jalan.

Pada April mendatang, Lilis akan memperkuat tim angkat berat Indonesia dalam ajang Asian Equipped Powerlifting Championship 2019, di Hongkong.

“Saya ingin sekali bisa membawa nama baik Indonesia, jadi cita-cita terbesar saya ingin mengibarkan bendera merah putih,” kata Lilis.

“Semoga nanti, di kejuaraan Hongkong saya bisa mengibarkan bendera merah putih,” lanjutnya.

Baca: HASIL Arema Vs Bhayangkara Piala Presiden 2019 Hari Ini, Satu Slot Semifnal Terakhir Jadi Rebutan

Baca: Perkuat Tim Indonesia ke Hongkong, Ini Persiapan Atlet Angkat Berat Lilis Suryaningsih

Baca: TERPOPULER- KISAH Korban Kawin Kontrak, Viral Foto Gadis Kecil Tidur di Emperan hingga The Jak Mania

Lilis sendiri mulai berlatih sejak kelas 2 SMP, ia tertarik mengikuti jejak pamannya yang juga seorang atlet angkat berat.

“Saya awalnya latihan di club CSK (Club Sinar Khatulistiwa), karena keluarga atlet dan punya club juga, jadi tertarik, dulunya angkat besi tapi dipindah ke angkat berat,” terang Lilis.

Kini berbagai prestasi sudah diraihnya, Lilis pernah memboyong 3 medali emas dalam Kejurnas di Riau pada 2016, pernah juga meraih medali perak pada Pon 2016, dan sempat hampir bertandi di India tahun lalu.

Namun karena visa mereka dianggap bermasalah, Lilis dan beberapa rekan Tim dari Indonesia terpaksa pulang ke tanah air tanpa sempat bertanding.

Sebagai atlit, tentu pahit manisnya sudah dirasakan sendiri oleh Lilis.

Menjadi atlet, mahasiswa dan seoarang anak muda tidaklah mudah, butuh komitmen dan ketegaran.

“Kita kan mahasiswa, kadang kawan ngajak ngumpul kita nggak ada waktu, karena fokus di olahraga untuk bagaimana sukses kedepannya, jadi kita latihan terus. Apalagi ada program latihan, kalau atlit ni memang ndak bisa kayak mereka diluar,” kata Lilis.

Apalagi ia awalnya sempat dipandang sebelah mata, makanya ia bertekad untuk dapat menjadi juara dan membuktikan bahwa dia bisa.

Lilis bersyukur, berkat tekad dan usahanya itu, kini ia sudah mampu meringankan perekonomian keluarga.

Dengan uang Rp 2 juta yang rutin ia terima setiap bulan, Lilis dapat gunakan sebagai uang makan dan transportasi selama ia kuliah di Pontianak, tanpa harus merepotkan orangtuanya di Rasau.

Penulis: Bella
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved