Kepala Kantor Pos Pontianak Harap Ada Filateli Anak Sebagi Bentuk Karakter Dini

Hari Filateli bertepatan pada Jumat kemarin begitu banyak membawa cerita, kisah dan perjuangan dari PT Pos Indonesia.

Kepala Kantor Pos Pontianak Harap Ada Filateli Anak Sebagi Bentuk Karakter Dini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MAUDY ASRI GITA UTAMI
Beragam bentuk perangko unik yang ada di Kantor Pos Pontianak jalan Sultan Abdurrahman. 

Kepala Kantor Pos Pontianak Harap Ada Filateli Anak Sebagi Bentuk Karakter Dini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Hari Filateli bertepatan pada Jumat kemarin begitu banyak membawa cerita, kisah dan perjuangan dari PT Pos Indonesia.

"Saat ingin walaupun sudah banyak kemunduran dan masyarakat sudah tidak lagi menggunakan surat dalam pengiriman, tetapi masih ada yang sebagian masyarakat Indonesia yang hobi akan dunia filateli ini atau kita sebut perangko," ujar Kepala Kantor Pos Indonesia Kota Pontianak, Zaenal Hamid.

Katanya, ada suatu komunitas yang terbentuk sendiri karena kecintaan terhadap perangko-perangko yang dijual sebagai hiasan juga sebagai alat pengiriman yang sah.

Baca: Norsan Siap Pertahankan Opini WTP Kalbar

Baca: Pererat Silaturrahmi, Polsek Belitang Hilir Gelar Tatap Muka Bersama Para Tokoh

Baca: Live Streaming F1 Bahrain 2019, Kualifikasi Digelar Malam Ini Jam 22.00 WIB, Race Digelar Minggu

Baca: Mantap Menatap Race MotoGP Argentina, Valentino Rossi Berharap 2 Hal Ini Terjadi Saat Lomba

"Untuk perkembangannya jenis pilateli saat ini kita ada dibawah Kementrian Kominfo, disitu termasuk dalamnya tentang prangko. Bahkan untuk setiap penerbitan prangko itu kominfo yang menentukan desainnya,"tambahnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa penggemar Pilateli sendiri di Kota Pontianak tidak sebanyak dulu lagi.

"Penggemarnya sudah berkurang, tetapi masih ada beberapa karena itu masih masuk dalam layanan pos dan prangko yang diakui di seluruh dunia. Jadi setiap negara pasti mempunyai kantor pos dan prangko. Sebagai bentuk legitimasi negara, maka akan tetap kita pertahankan," ujarnya.

Peran teknologi tidak lagi membawa harum nama Pilateli, namun kisah perjuangan dari masyarakat zaman dulu tidak akan bisa terlepas dengan namanya perangko serta surat menyurat.

"Walaupun saat ini teknologi sudah berkembang, sepeti media sosial yang bisa menghubungkan kita tanpa perlu waktu, disitu letak rindu terhadap proses surat menyurat," papar dia.

Bahkan, ia mengatakan bahwa kedepannya nanti prangko akan menggunakan barcode.

"Masih ada filatelis yang menggunakannya, terutama turis dari luar negeri. Turis itu setiap berkunjung ke suatu kota atau negara pasti sempat ke pos, ngirim kartu pos dan turis akan pergi kalau prangko sudah di cap. Sebelum di cap tidak akan pergi. karna begitu sudah dicap sudah dinyatakan sah prangko tersebut pasti akan dikirim olehnya," sebut Zaenal.

Untuk peminat filateli ini, lanjutnya, bisa membentuk karakter anak. Hal ini karena ada berbagai macam dan bentuk yang unik seperti gambar bercerita.

"Kalau anak-anak yang hobi ngumpulin perangko, ya tentu itu juga akan berdampak positif ke anak tersebut untuk pembentukan karakter dia," pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved