Ditreskrimsus Polda Kalbar Sita 1.785 Liter BBM Ilegal

Direktorat Resort Kriminal Khusus Polda Kalbar menyita 1.785 liter BBM yang diangkut oleh satu unit pikap

Ditreskrimsus Polda Kalbar Sita 1.785 Liter BBM Ilegal
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Barang bukti puluhan ken BBM yang diamankan Direktorat Resort Kriminal Khusus Polda Kalbar. 

Ditreskrimsus Polda Kalbar Sita 1.785 Liter BBM Ilegal

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Direktorat Resort Kriminal Khusus Polda Kalbar menyita 1.785 liter BBM yang diangkut oleh satu unit pikap, tanpa dilengkapi dokumen yang sah, pada Sabtu (30/3/2019) sekira pukul 01.00 WIB.

Dir Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah mengatakan bahwa informasi terkait perdagangan BBM ilegal tersebut mereka dapatkan dari masyarakat setempat.

"Berdasarkan informasi masyarakat, ada pengangkutan dan penjualan BBM Ilegal dari Kota Pontianak yang dijual ke Kabupaten Sanggau," ujarnya.

Berdasarkan informasi itu Sabtu, (30/3/2019) sekitar pukul 01.00 dini hari, pihak kepolisian membuntuti sebuah mobil pikap yang diduga mengangkut BBM jenis premium dan pertalite di wilayah sekitar Jalan Pahlawan, Kecamatan Pontianak Selatan.

Baca: HASIL Piala Presiden! Kalteng Putra Tantang Arema FC/Bhayangkara FC di Semifinal Piala Presiden 2019

Baca: Kalbar 24 Jam - Korban Kawin Kontrak, Satpol PP Nyaris Ditebas hingga Karolin Melayat ke Pejuang 45

"Setelah diberhentikan dan diperiksa, didapati ada dua pelaku yang berada di dalam pikap tersebut dan membawa total 1785 liter BBM tanpa dilengkapi dokumen," ujar Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah.

Adapun dari 1785 liter BBM yang diamankan tersebut, terdapat 20 ken jenis Premium dengan jumlah 700 liter dan 31 ken jenis Pertalite berjumlah 1085 liter. "Setiap ken, berkapasitas 35 liter," imbuhnya.

Lebih rinci ia menjelaskan, dari keterangan pelaku BBM jenis Premium dan Pertalite tersebut mereka dapatkan di Kota Pontianak dan rencananya BBM tersebut akan mereka bawa untuk dijual di Kabupaten Sanggau.

"Para pengecer ini menampung BBM di Pontianak, setelah BBM yamg ditampung cukup banyak barulah dijual kembali ke wilayah Sanggau," tambahnya.

Baca: PT Borneo Indah Properti Tawarkan Gratis Bebas Biaya Akad Hingga Balik Nama

Baca: TERPOPULER- KISAH Korban Kawin Kontrak, Viral Foto Gadis Kecil Tidur di Emperan hingga The Jak Mania

Untuk pertalite kata dia, mereka beli dengan harga Rp 8000 per liter dan akan dijual kembali dengan harga Rp 8.500 per liter kemudian Premium mereka beli dengan harga Rp 7.200 per liter dan dijual dengan harga Rp 7.800 per liter.

Ia menjelaska bahwa pelaku ini akan dikenakan Pasal 53 huruf d UU Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dengan hukuman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda Rp 30 miliar.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved