Staf Kemenristekdikti RI Dukung Penuh Merger Stikes Yarsi Pontianak dan Akademi Farmasi Pontianak

Dr KH Abdul Wahid Maktub berkunjung ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yarsi Pontianak, dan Akademi Farmasi Pontianak

Staf Kemenristekdikti RI Dukung Penuh Merger Stikes Yarsi Pontianak dan Akademi Farmasi Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Staf khusus Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia(Menristekdikti RI), Dr KH Abdul Wahid Maktub saat berkunjung ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yarsi Pontianak, dan Akademi Farmasi Pontianak dalam rangka meningkatkan status perguruan tinggi, jumat ( 29/3/2019). 

Staf Kemenristekdikti RI Dukung Penuh Merger Stikes Yarsi Pontianak dan Akademi Farmasi Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Staf khusus Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia
(Menristekdikti RI), Dr KH Abdul Abdul Wahid Maktub berkunjung ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yarsi Pontianak, dan Akademi Farmasi Pontianak dalam rangka meningkatkan status perguruan tinggi, jumat ( 29/3/2019).

Staf khusus Menristekdikti RI, Dr KH Abdul Wahid Maktub mengatakan bahwa rencana merger antara dua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dibawah Yarsi Pontianak yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak, dan Akademi Farmasi Pontianak sangat bagus sekali.

Rencana merger sangat baik dilakukan untuk menyatukan kekuatan menjadi satu, dan supaya managemennya juga lebih simple dan mudah untuk bersinergi dan berkolaborasi antara satu sama lain.

Baca: Profil Kecamatan Terentang Dengan Luas Wilayah dan Jumlah Penduduknya

Baca: Alamat Sejumlah Bank BCA dan ATM di Pal Lima

Baca: 1 Miliar Orang Sudah Berpartisipasi Dalam Gerakan Earth Hour Dalam Satu Dekade

"Jadi kita memang memberikan satu insentif memberikan ekosistem kepada siapapun jangan bekerja sendiri lebih baik bergabung saja supaya agar lebih mudah mengontrolnya dari pemerintah," ujarnya.

Dengan melakukan merger perguruan tinggi juga bisa membangun suatu konsep kolaborasi dan bersinergi dengan siapapun sehingga semuanya bisa tumbuh tidak hanya tumbuh dari sisi kuantitas tapi juga mutu.

"Mudah-mudahan dengan merger ini,kita perkiraan jumlah PTS dan PTN yang ada sekitar 4500 kita berencana dalam waktu yang tidak terlalu lama turun menjadi 1000 Perguruan Tinggi karena ada merger sekitar 3500 perguruan tinggi," ujarnya.

Tentunya hal ini perlu dukungan dari semua pihak dan kesadaran berkolaborasi untuk merger untuk menyatukan perguruan tinggi Negeri maupun Swasta, sehingga sinergi itu akan bisa saling memperkuat satu sama lain untuk kedepannya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved