Terkait Penghapusan Ujian Nasional, Pengamat Pendidikan Angkat Bicara

Orangtua menjadi panik karena sudah sekolahkan anaknya dari SD selama 6 tahun

Terkait Penghapusan Ujian Nasional, Pengamat Pendidikan Angkat Bicara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura, Dr Aswandi 

Terkait Penghapusan Ujian Nasional, Pengamat Pendidikan Angkat Bicara 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura, Aswandi angkat bicara  mengenai penghapusaa Ujian Nasional yang banyak menuai pro dan kontra usai debat calon wakil presiden Republik Indonesia.

Penghapusan UN banyak ditanggapi oleh berbagai pihak. Aswandi mengatakan kalau pendidikan mau baik harus ada sistem penilaian yang baik, harus ada evaluasi yang baik, jadi tidak ada pendidikan yang baik jika tidak dievaluasi dengan biak. 

"Jadi evaluasi pendidikan kalau dihukumkan hukumnya wajib, masalahnya sekarang evaluasi yang baik itu seperti apa," ujar Aswandi, Rabu (27/3/2018).

Ia mengatakan sebenarnya evaluasi pendidikan itu untuk apa?

"Kalau orang menilai  pendidikan,  orang mau mengetahui apakah materi pelajaran itu sudah diserap oleh siswa atau belum, makanya selalu dikaitkan dengan ujian nasional untuk mengukur dulu daya serapnya melalui tes," imbuhnya.

Karena tujuan UN salah satu untuk  mengukur kemampuan anak atau daya serap anak .

"Daya serap akan lebih baik kalau di ukur 3 tahun sekali, bukannya 6 tahun sekali," ujarnya.

Dinegara maju mengukur daya serap anak dalam belajar dengan cara setiap hari, maka Finlandia menerapkan sekolah sampai sore, setengah harinya untuk mengajar, setengah harinya menuntas kan UN yang belum mencapai daya serap, dan pada esok hari belajarnya baru lagi. 

"Selama ini kita belajar belum tahu dia berhasil, lalu di ajari terus jadi seperti diajari dalam kebodohan , dan kebingunan. Begitu ujian nasional tidak lulus. Orangtua menjadi panik karena sudah sekolahkan anaknya dari SD selama 6 tahun," pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved