Kasus Pencabulan di Sambas Tinggi, Ini Tanggapan Sekretaris MUI Sambas

Sekertaris MUI Kabupaten Sambas, Dr Sumar'in mengatakan MUI kabupaten Sambas mengaku prihatin

Kasus Pencabulan di Sambas Tinggi, Ini Tanggapan Sekretaris MUI Sambas
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekertaris MUI Kabupaten Sambas, Dr Sumar'in. 

Kasus Pencabulan di Sambas Tinggi, Ini Tanggapan Sekretaris MUI Sambas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekertaris MUI Kabupaten Sambas, Dr Sumar'in mengatakan MUI kabupaten Sambas mengaku prihatin dengan banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kabupaten Sambas.

Menurutnya, tingginya tingkat kejahatan dan pelecehan seksual, di Kabupaten Sambas mengundang prihatin dari berbagai kalangan. Dan tidak terkecuali salah dari Majelis Ulama Indonesian (MUI) Sambas.

Ia menuturkan, hal itu menjadi cambuk bagi semua kalangan. Oleh karenanya, peningkatan untuk membina umat penting dilakukan, agar bisa memberikan teladan yang baik.

Baca: BMKG Pantau 8 Titik Panas di Kalbar

Baca: Brigpol Maesya Tingkatkan Binluh Pemilu Damai ke Warga Sanggo Kulor Kecamatan Singkawang Timur

Baca: Karni Ilyas Minta Rocky Gerung Jelaskan Maksud Pernyataannya Jadikan ILC TVOne Tempat Berbohong

"Ini merupakan cambuk bagi kita semua, untuk lebih giat dalam membina umat, memberikan teladan dan mencegah perbuatan kemaksiatan di sekitar kita," ujarnya, Kamis (28/3/2019)

Untuk itu jelas Sumar'in, tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain berkenaan siapa yang harus bertanggungjawab.

Hal itu dikarenakan, kenyataan dan kondisi yang harus di selesaikan bersama-sama.

"Masalah ini tidak akan bisa selesai hanya dengan melimpahkan sepenuhnya pada pemerintah daerah, tokoh masyarakat atau pihak kepolisian," jelasnya.

"Oleh karenanya, kami berharap semua pihak bergandeng tangan untuk bersama-sama memberikan warna untuk menciptakan Akhlak yang mulia di lingkungannya, dan itul harus dimulai dari hal terkecil seperti dari diri kita, keluarga dan masyarakat. Mari kita mencegah sedapat mungkin tindakan amoral di lingkungan kita," ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat agar lebih peduli kepada lingkungan. Jangan sampai menjadi orang yang tidak peduli dengan hancurnya akhlak dan moral masyarakat.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan syiar agama dan menanamkan nilai-nilai kebudayaan dari pada masyarakat.

"Saya berharap bagaimana kita kembali menghidupkan nilai-nilai agama dalam lingkungan kita dengan cara menghidupakan budaya melayu, budaya malu, dengan ini semoga mampu mencegah tindakan amoral dan kemaksiatan," tuturnya.

"Jika antara kita tinggi memiliki rasa malu maka segala tindakan pelecehan seksual akan bisa dikurangi," tutup Sumar'in.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved