Pileg 2019
Kalah dalam Pertarungan Hal Biasa, Wilson Ingatkan Caleg Berpikir dan Bersikap Rasional
Cukup curhat saja dengan teman, keluarga, partai dan lain-lain, serta banyak berkunjung ke tempat keluarga atau teman.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
Kalah dalam Pertarungan Hal Biasa, Wilson Ingatkan Caleg Berpikir dan Bersikap Rasional
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG -Psikiater Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalbar, dr. Wilson mengingatkan para calon legislatif (caleg) supaya mereka berpikir dan bersikap rasional.
Apalagi mereka ini sudah melalui pemeriksaan kesehatan jiwa sebelum mereka mendaftar.
"Dan kita mengingatkan jangan sampai mengeluarkan biaya melebih kemampuan," katanya.
Tim kesehatan juga mengingatkan apakah keluarga maupun anak-anak mendukung para caleg bertarung saat pemeriksaan kesehatan jiwa.
Baca: Bersaing Ketat, Hendrik Maulana Tetap Optimistis Lolos ke Parlemen
Baca: Bocah Perempuan Kenakan Seragam SD Dipaksa Turun dari Mobil, Videonya Viral
Kalau ada dukungan dari keluarga mungkin mereka bisa menerima kenyataan bila kalah.
Mereka harus bisa menerima kenyataan bahwa kekalahan adalah hal biasa dalam suatu pertarungan.
Selain bersikap rasional dan bisa menerima kekalahan, untuk mencegah stres berat dapat dilakukan dengan berolahraga, melakukan rekreasi, lebih dekat dengan keluarga dan banyak aktivitas.
Mereka harus bekerja seperti biasa lagi, jangan melamun, apalagi erbawa perasaan kalah.
Cukup curhat saja dengan teman, keluarga, partai dan lain-lain, serta banyak berkunjung ke tempat keluarga atau teman.
Mereka juga jangan menyalahkan orang lain, merasa ditipu dan dibohongi, karena sikap-sikap negatif seperti itu membuat mereka stres dan depresi.
"Sebagai caleg harus siap bertanggungjawab dengan akibatnya," tuturnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, dengan berjalannya waktu stress yang dialami akan sembuh sendirinya.
Kecuali bila sudah menggangu pekerjaan, pertemanan, relasi antar sesama, bahkan aktivitas sehari-hari harus berkonsultasi pada psikiater.
Ia menilai caleg yang gagal berpotensi mengalami depresi atau stress ringan, namun kemungkinan stres berat kecil terjadi karena sudah melalui pemeriksaan tes kejiwaan.
"Seperti lima tahun lalu saya rasa gak banyak yang mengalami stres berat di Kalbar," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pileg-2019_20180811_210954.jpg)