Cegah Karhutla, Polsek Rasau Jaya Gencar Sosialisasi Bahaya Kebakaran Lahan

Kapolsek Rasau Jaya Iptu Aswin Mahawan mengtakan kebakaran lahan merupakan permasalahan yang menjadi atensi kepolisian

Cegah Karhutla, Polsek Rasau Jaya Gencar Sosialisasi Bahaya Kebakaran Lahan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Polsek Rasau Jaya melakukan sosilasisasi kepada masyarakat tentang bahaya membakar hutan dan lahan, Kamis (28/3/2019) pagi. 

Cegah Karhutla, Polsek Rasau Jaya Gencar Sosialisasi Bahaya Kebakaran Lahan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Lahan gambut di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) dinilai cukup luas, hal itu menyebabkan wilayah tersebut menjadi langganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) setiap tahunnya.

Mengingat itu, Polsek Rasau Jaya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan korporasi yang mempunyai lahan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar baik itu lahan perumahan, pertanian maupun perkebunan, Kamis (28/3/2019) pagi.

Baca: Sedang Berlangsung LIVE STREAMING The Voice Indonesia GTV, 8 Kontestan Tampil Enerjik Bareng Coach

Baca: BREAKING NEWS - Gadis Muda Pontianak Korban Kawin Kontrak Pulang ke Indonesia, Kisahnya Bikin Sedih!

Baca: PERSIJA Kalah dari Kalteng Putra, Ini Jadwal Lengkap 3 Laga Lain Perempat Final Piala Presiden 2019

Kapolsek Rasau Jaya Iptu Aswin Mahawan mengtakan kebakaran lahan merupakan permasalahan yang menjadi atensi kepolisian, karena Kecamatan Rasau Jaya kerap menjadi langganan kebakaran lahan setiap tahun terutama lahan gambut.

"Apalagi saat ini sudah mulai musim tanam, yang bersamaan dengan musim kemarau sehingga potensi terjadinya kebakaran lahan cukup tinggi," ujarnya.

Iptu Aswin mengatakan, pihak kepolisian menilai penting untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang larangan dan bahaya kebakaran lahan kepada masyarakat.

Lebih rinci ia menuturkan bentuk dari sosialisasi itu dilakukan dengan pemasangan spanduk-spanduk di titik strategis dan berpatroli secara rutin.

"Selain spanduk saya juga sudah perintahkan kepada Bhabinkamtibmas untuk bersama aparatur desa setempat untuk mensosialisasikan bahaya dan ancaman hukuman bagi siapa saja yang kedapatan dengan sengaja melakukan pembakaran lahan," tuturnya.

Iptu Aswin menegaskan bahwa pelaku pembakar lahan dapat di jerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda setinggi-tingginya Rp. 10 miliar rupiah.

"Saya menghimbau kepada masyarakat maupun pihak korporasi atau pelaku usaha bidang perkebunan yang akan membuka lahan, agar bisa menjadi contoh dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan tidak melakukan pembakaran lahan ketika hendak membuka lahan pertanian dan perkebunan," tandasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved