Camat Sungai Kakap Siap Jadi Bagian Tim Pora yang Dibentuk Keimigrasian Kelas 1 Pontianak

Tugiono hadir dalam Rapat koordinasi dan pembentukan Tim Pengawasan orang asing (Tim Pora) Kantor Imigrasi kelas 1 Pontianak

Camat Sungai Kakap Siap Jadi Bagian Tim Pora yang Dibentuk Keimigrasian Kelas 1 Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Camat Sungai Kakak, Tugiono saat menghadiri Rapat koordinasi dan pembentukan Tim Pengawasan orang asing (Tim Pora) Kantor Wilayah Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (HAM) Kalimantan Barat, di tingkat kecamatan wilayah kerja Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya tahun anggaran 2019. 

Camat Sungai Kakap Siap Jadi Bagian Tim Pora yang Dibentuk Keimigrasian Kelas 1 Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Camat Sungai Kakak, Tugiono hadir dalam Rapat koordinasi dan pembentukan Tim Pengawasan orang asing (Tim Pora) Kantor Imigrasi kelas 1 Pontianak, Kalimantan Barat, di tingkat kecamatan wilayah kerja Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya tahun anggaran 2019.

Sebagai Camat Sungai Kakap, Tugiono berterima kasih kepada Kantor Imigrasi kelas 1 Pontianak yang mengadakan rapat koordinasi, sekaligus untuk membentuk Tim Pora ditingkat Kota Pontianak dan Kabupaten Kuburaya yang diikuti oleh 85 orang dari berbagai instansi terkait di Hotel Mercure, Jalan Jendral Ahmad Yani, kamis (28/3/2019).

Baca: Bentuk Tim Pengawasan Orang Asing di Kalbar, Ini Penjelasan Kepala Imigrasi Kelas I TPI Pontianak

Baca: Husni Thamrin: Pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing Sudah 90 Persen

Baca: Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas Sosialisasikan Pengawasan Orang Asing di Paloh

Tugiono mengaku khususnya untuk masalah keimigrasian kurang begitu memahami, namun dengan adanya Tim Pora ini diharapkan dapat memberikan bimbingan, dan pembekalan dan arahan sebagai bekal untuk melaksanakan tugas dilapangan.

Ia pun menyampaikan kesiapannya untuk menjadi bagian dari Tim Pora bersama untuk mengawasi keberadaan orang asing diwilayah kerjanya.

Tugiono mengatakan memang pernah ditemui di kecamatan ada orang asing yang datang untuk menginap.Namun baru diketahui setelah 4 hari.

"Kami baru tahu dan dapat informasi, setelah itu lkami datangi, ternyata dia sudah pulang, dan kedatangannya untuk membantu memasang mesin," ujarnya.

Selaku camat ia pun kurang mengetahui apa yang harus ditanyakan kepada orang asing yang datang, mengenai administrasi dan lain sebagainya.

"Jika ada kejadian seperti itu kami seharusnya melaporkan kepada siapa, kami tahu mengenai dinas imigrasi tapi kepada siapa bagian untuk pelaporan mungkin ada nomor teleponnya. jadi kalau nggak sempat di datangi kami bisa lewat telepon saja untuk menanyakan bagaimana cara mengatasi atau menghadapi orang asing yang ada di tempat kerja," pungkasnya.

Namun selama ia bertugas di Kecamatan Sungai kakap sejak 14 April 2016 sampai dengan sekarang belum pernah ditemukan keberadaan oramg asing.

"Pernah sekali saja saat kedatangan orang asing yang membantu memasang mesin untuk pengolahan pinang di Kecamatan Sungai kakap di desa Pal 9, namun tidak sempat ketemu karena mereka sudah pulang," tutupnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved