Citizen Reporter

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas Sosialisasikan Pembuatan Paspor di Tebas

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas melakukan sosialisasi keimigrasian di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas Sosialisasikan Pembuatan Paspor di Tebas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kasubsi Lantaskim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas Korintia Mian Asi memberikan sosialisasi keimigrasian dan prosedur pembuatan paspor kepada masyarakat di Aula Kantor Desa Bekut Kec.Tebas Kab.Sambas,  Kamis (28/02/2019). Foto Humas Kanim Kelas II TPI Sambas. 

Citizen Journalism
Galih Nofrio Nanda
Staf Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas Sosialisasikan Pembuatan Paspor di Tebas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas melakukan sosialisasi keimigrasian di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas dalam Kegiatan Rapat Koordinasi Bulanan Pemdes Kecamatan Tebas.

Dalam kesempatan tersebut Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas juga mensosialisasikan Keimigrasian dan prosedur pembuatan paspor kepada masyarakat.

“Pembuatan paspor sekarang harus melalui Antrian Online, jadi masyarakat bisa mendownload aplikasi di android yaitu Layanan Paspor Online, untuk memilih hari dan tanggal untuk membuat paspor,” ujar Kasubsi Lantaskim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas, Korintia Mian Asi, di Aula Kantor Desa Bekut Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kamis (28/2/2019).

Baca: Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas Sosialisasikan Pengawasan Orang Asing di Paloh

Dia menyampaikan bahwa dalam pendaftaran online 1 akun dapat mendaftarkan 5 pemohon.

Korintia juga menambahkan, syarat-syarat pembuatan paspor juga harus dilengkapi. Seperti data kependudukan yaitu E-KTP, Kartu Keluarga dan Akta Lahir/Ijazah atau Surat Nikah. Persyaratan tersebut tidak boleh ada perbedaan identitas seperti nama dan tanggal lahir.

“Jika ada perbedaan data maka pemohon harus memperbaiki data-data tersebut terlebih dahulu, dan setelah itu datang ke Kantor Imigrasi dengan membawa berkas asli dan fotocopy masing-masing 1 rangkap, selanjutnya bisa dilanjutkan ke proses pembuatan paspor” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan soal biaya pembuatan paspor dan juga berapa lama paspor jadi.

“Untuk biaya paspor baru dan penggantian paspor sebesar Rp 355 ribu, masyarakat bayarnya di Bank, bukan di kantor Imigrasi. Selain itu nanti jadinya tidak lama, 3 hari kerja setelah pembayaran, masyarakat bisa ambil sendiri paspor ke Kantor Imigrasi dengan membawa bukti pengambilan dan bukti bayar paspor dari bank,” ucap Korintia.

Dirinya juga mengingatkan agar pembuatan paspor dilakukan pemohon sendiri, jangan melalui calo karena prosedur dan persyaratan sudah transparan.

“Pembuatan paspor jangan melalui calo karena prosedur dan persyaratan sudah transparan, masyarakat sendiri yang rugi, sekarang sudah mudah membuat paspor,” tutupnya.

Penulis: Rizky Zulham
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved