Liputan Khusus

Bawaslu Siap Berada di Tengah

Saya kira masih wajar dan semoga enggak terlalu banyak pelanggaran yang substantif.

Bawaslu Siap Berada di Tengah
Pileg 2019 

Tribun: Kalau pengawasan door to door untuk mencegah black campaign atau money politic seperti apa?

Abhan: Memang kami kan butuh partisipasi masyarakat, tidak semua karena jumlah kami kan terbatas, sementara kegiatan juga banyak. Inilah pentingnya partisipasi masyarakat untuk turun semua ke bawah.

Tribun: Soal mekanisme penanganan pelanggaran pemilu, untuk sekarang ini berbeda tidak dengan sebelumnya, dalam hal kampanye terbuka ini?

Abhan: Sama saja, hanya ini kan soal waktu masa kampanye rapat umum ini 21 hari, kemudian kampanye yang bentuk lainnya sudah dimulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Yang membedakan waktu saja.

Tribun: Waktunya penanganannya sampai berapa lama?

Abhan: Sama penanganannya. Kami di Bawaslu punya waktu 14 hari, 7+7 untuk menentukan apakah laporan atau temuan ini memenuhi kualifikasi pelanggaran kampanye atau tidak.

Tribun: Anggota Bawaslu, Edward Fritz Siregar, pada hari pertama mengatakan ada catatan pelanggaran, dan di sana disebutkan ada keterlibatan anak-anak dalam pelaksanaan kampanye terbuka. Sebenarnya bagaimana Anda menilai soal dugaan pelibatan anak-anak ini?

Abhan: Keterlibatan anak-anak di dalam kampanye harus dilihat case by case atau kasuistis. Kalau misalnya ada seorang ibu ikut kampanye dan anak kecil di rumah tidak ada yang momong dan kemudian ikut digendong, itu saya kira belum bisa dipastikan pemahaman melibatkan anak-anak. Jadi melibatkan anak-anak dalam kampanye ya si anak diajak secara aktif, diajak naik ke panggung dan di panggung si anak bernyanyi meneriakkan yel-yel peserta pemilu tertentu

Tribun: Bagaimana dengan anak-anak yang dikasih baju partai atau paslon tertentu?

Abhan: Makanya saya bilang kami melihat ini case by case. Ketika memakaikan baju itu apakah yang memakaikan pelaksananya, atau yang dikasih bajunya itu ibunya atau bapaknya, dan anaknya senang terus dipakai baju itu. Namun, tentu kami berharap anak-anak ini dalam masa-masa bermain, jangan dilibatkan dalam kontestasi politik, jangan dipakai dalam politik praktis terutama saat kampanye.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved