Tahanan Curanmor Meninggal Dunia

Tahanan Curanmor Meninggal Dunia, Dua Anggota Polsek Marau Sanggupi Tanggul Kematian

Dimas (20) meninggal dunia setelah sempat ditahan beberapa hari di Polsek Marau. Selasa, (26/03/2019).

Tahanan Curanmor Meninggal Dunia, Dua Anggota Polsek Marau Sanggupi Tanggul Kematian
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi. 

Tahanan Curanmor Meninggal Dunia, Dua Anggota Polsek Marau Sanggupi Tanggul Kematian

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Seorang tahanan Polsek Marau yang ditangkap pada 11 Maret 2019 atas kasus dugaan pencurian sepeda motor (Curanmor) bernama, Dimas (20) meninggal dunia setelah sempat ditahan beberapa hari di Polsek Marau, Selasa, (26/03/2019).

Meninggalnya tersangka mengejutkan pihak keluarga, lantaran saat diamankan tersangka masih dalam keadaan sehat.

Selain itu, sempat beredar surat pernyataan yang ditandatangani dua orang anggota Polsek Marau yang menyatakan menyanggupi adanya "Tanggul dan Denda Adat" dengan rincian Tanggul Kematian dan Denda Adat sebesar Rp 90 juta atas meninggalnya Dimas, anak dari Bapak Kamsui dan Ibu Mari yang beralamatkan di Dusun Pemarauan, Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup Ketapang.

Baca: UPDATE! Hasil Kualifikasi AFC Cup U23 (PIala Asia) - Indonesia Menang Dramatis, Malaysia Mengejutkan

Baca: Tampil Perdana di Layar Kaca Setelah Ibunda Meninggal, Ustadz Abdul Somad Sampaikan Hal Ini

Baca: Kalbar 24 Jam - 3 CPNS Kubu Raya Undur Diri, Karhutla hingga Herman Asaribab Pangdam XII Tanjungpura

Dalam surat pernyataan tersebut ada tiga poin pernyataan yang ditulis diantaranya, Pertama "Kami berjanji akan membayar Tanggul dan Denda Adat tersebut paling lama pada 27 Maret 2019 bertempat di Dusun Pemarauan, Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup dan akan diserahkan ke pihak keluarga.

Kedua jika tidak terbayarkan pada 27 Maret 2019, maka akan kembali pada tuntutan awal Tanggul dan Denda Adat sebesar Rp 240 juta dan Ketiga mempersilahkan dan mengizinkan dari pihak keluarga Dimas yang telah meninggal untuk melanjutkan ke jalur hukum positif sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku dan mayat jenazah dari saudara Dimas akan digali lagi untuk kepentingan Outopsi jika tidak terbayar," isi surat pernyataan yang beredar.

Surat pernyataan yang dibuat tanggal 20 Maret 2019 tersebut, diketahui dan ditandatangani Kepala Desa Pantai Ketikal dan 5 orang warga yang menjadi saksinya.

* Kapolsek Marau Sebut Tindakan Sesuai Prosedur

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Marau, Iptu I Ketut Agus Pasek Sudina mengaku kalau pihaknya sudah menjelaskan kepada keluarga tersangka mengenai kematian tersangka.

Yang mana menurut Agus, pihaknya telah melakukan tindakan terukur sesuai dengan prosedural.

"Terkait santunan itu hanya perihal kemanusian, tapi kalau untuk denda adat kita sudah komunikasi dengan Dewan Adat Kabupaten. Bahwasanya apa yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur kepolisian," tegasnya, Selasa (26/03/2019).

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved