Fakta TVOne

Fakta TVOne Dugaan Jual Beli Jabatan Di Kemenag RI, Menag Lukman Hakim Anggap Turbelensi Luar Biasa

Kemenag sebagai sebuah institusi, kata dia, sedang semangat-semangatnya dan gencar membangun integritas para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Fakta TVOne Dugaan Jual Beli Jabatan Di Kemenag RI, Menag Lukman Hakim Anggap Turbelensi Luar Biasa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Lukman Hakim Saifuddin saat diwawancarai awak media di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (31/7/2018) 

Fakta TVOne Dugaan Jual Beli Jabatan Di Kemenag RI, Menag Lukman Hakim Anggap Turbelensi Luar Biasa

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Lukman Hakim Saifuddin mengakui kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia ibarat goncangan badai dan turbelensi.

Kasus itu mencuat usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK RI terhadap mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Rommy.

KPK menetapkan Rommy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.

Baca: LIVE ILC tvOne Selasa 26 Maret Tepatkah Hoax Dibasmi UU Anti Terorisme? Ada Saran Buat Pak Wiranto

Baca: LIVE ILC TVOne Selasa 26 Maret Pukul 20.00 WIB, Ini Kilas Balik ILC Sebelumnya Tema OTT Romahurmuziy

Baca: Ramalan CINTA Zodiak Aries Rabu 27 Maret Nikmati Sensasi! Taurus: Ada Afek Ajaib Dihasilkan, Akuilah

"Tentu kita semua tergoncang. Ini turbelensi luar biasa. Ini badai yang menerpa Kemenag," ungkap Lukman Hakim Saifuddin di acara Fakta TVOne, Senin (25/03/2019) malam. 

Kemenag sebagai sebuah institusi, kata dia, sedang semangat-semangatnya dan gencar membangun integritas para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kasus itu juga terjadi bersamaan dengan semangat meningkatkan kinerja dan memperbaiki internal Kemenag secara maksimal dan seoptimal mungkin. 

"Kemudian kita dapat kejadian ASN diduga tertangkap OTT," timpal dia. 

Disinggung terkait penyitaan uang tunai sebesar Rp 180 juta dan US$30 ribu di ruang kerjanya oleh KPK, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan itu adalah hal yang wajar.

Baca: KOMPAS MENJAWAB: Persatuan dan Masa Depan Republik, Itulah Komitmen Kami

Baca: Panitia HUT ke-25 YPK Budi Pekerti Silaturahmi ke Tribun Pontianak

Baca: Link LIVE Streaming Jepang Vs Bolivia, Pertandingan Adu Gengsi Benua Asia Kontra Benua Amerika

Prosedur itu memang harus ditempuh oleh aparat penegak hukum (APH) jika ditemukan kasus-kasus OTT. 

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved