Sidiq Handanu Sampaikan Idealnya Penanganan Gizi Buruk 3 Pada Anak

Sidiq Handanu menjelaskan untuk melayani pasien gizi buruk, Pusat Pemulihan Gizi Buruk milik Pemkot Pontianak kerjasama dengan dokter spesialis

Sidiq Handanu Sampaikan Idealnya Penanganan Gizi Buruk 3 Pada Anak
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Handanu Sampaikan Sepanjang 2018 Kasus DBD di Pontianak Masih Terkendali 

Sidiq Handanu Sampaikan Idealnya Penanganan Gizi Buruk 3 Pada Anak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menjelaskan untuk melayani pasien gizi buruk, Pusat Pemulihan Gizi Buruk milik Pemkot Pontianak kerjasama dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui apakah ada masalah dengan penyakit penyerta atau tidak.

Apabila ada masalah dengan penyakit penyerta maka harus dirawat di rumah sakit. Jika penyakitnya sudah teratasi maka akan di kembalikan ke pusat layanan gizi buruk atau puskesmas rawat jalan.

Pada saat pemulihan gizi buruknya akan diberikan makanan tambahan dan didampingi tenaga kesehatan.

Baca: Apresiasi Kunker Komisi A DPRD Kabupaten Temanggung, Ismail: Ajang Tukar Informasi

Baca: TRIBUN WIKI: Lokasi Pelabuhan Nelayan Sukadana

Baca: Grand Opening Kolam Pemancingan Galatama Mandala

"Pelayanan kesehatan untuk gizi buruk yang utama adalah kemauan dirawat dan didampingi oleh keluarga pelayanannya juga secara gratis. Kemudian yang harus dicatat sebagian besar dari kasus gizi buruk adalah penyakit penyerta jadi tidak murni karena kekurangan makanan, biasanya adalah tuberkulosis atau HIV AIDS dan masih banyak lainnya," ucap Handanu saat diwawancarai terkait 10 anak Pontianak 2019 alami Gizi Buruk.

Ia menjelaskan sebelum masuk gizi buruk, bakita masuk kepada gizi kurang namun karena pola asuh dan keengganan untuk mengakses posyandu maka tidak terdeteksi gizi kurangnya dan mningkat menjadi gizi buruk.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada orang tua untuk membawa anaknya sampai usia lima tahun, sebulan sekali di timbang ke posyandu.

"Kemudian untuk RT/RW yang ada dilapangan untuk melaporkan jika ada anak-anak dengan indikasi kurus. Kemungkinan gizi buruk dipengaruhi oleh aspek penyakit yang mendasari seperti tuberkulosis, jantung dan lainnya jika tidak diatasi maka gizi buruknya juga tidak bisa di atasi," tambahnya.

Gizi buruk juga akan berpengaruh pada kecerdasan, apalagi gizi buruk muncul pada usia dibawah dua tahun. Hal itu bisa menyebabkan stunting, perkembangan volume otak terganggu.

"Gizi buruk juga bisa menyebabkan meninggal dunia, memandang gizi buruk ini harus cermat, karena gizi buruk merupakan efek samping dari penyakit yang mendasar," ujar Handanu.

Selain itu, akibat dari gizi buruk jika tidak dilayani pasti akan berpengaruh pada aspek motorik, otot-otot akan menjadi lemah dan jika itu terjadi sudah termasuk kategori lambat dan akut.

"Penanganan gizi buruk standar selama tiga bulan, tapi biasanya masyarakat tidak mau menunggu selama tiga bulan mereka minta pulang. Sering juga kasus yang masuk kesana adalah pasien yang sudah pernah masuk," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved