Ketidak Pahaman Ortu Penyebab Balita Gizi Buruk, Edi R Kamtono: Seharusnya Tidak Ada

Kota Pontianak seharusnya tidak adalagi gizi buruk kalau dilihat dari layanan kesehatan dan fasilitas kesehatan yang ada.

Ketidak Pahaman Ortu Penyebab Balita Gizi Buruk, Edi R Kamtono: Seharusnya Tidak Ada
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Edi Kamtono 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan terkait adanya 10 anak di Kota Pontianak awal 2019 mengidap gizi buruk bukanlah karena fasilitas kesehatan.

Ia merasa di Kota Pontianak seharusnya tidak adalagi gizi buruk kalau dilihat dari layanan kesehatan dan fasilitas kesehatan yang ada.

"Kalau sampai terjadi gizi buruk maka ini adalah kekurangan pemahaman dari orangtua dan keluarga yang mengurus serta merawat anaknya," ucap Edi Kamtono di ruang kerjanya, Senin (25/3/2019)

Akibat ketidakpahaman orangtua memberikan asupan makanan inilah ditudingnya membuat anak mereka mengalami gizi buruk. Padahal mereka dari keluarga menengah dan mampu memberikan makanan bergizi.

"Tentu kita dengan banyaknya Puskesmas dan Posyandu yang ada, harus dimanfaatkan dan proaktiflah membawa anak untuk dikontrol. kan layanan ini gratis memeriksakan anaknya," tegas Edi Kamtono.

Baca: Pemkot Pontianak Pastikan Tangani Gizi Buruk, Rawat Tiga Bulan dan Gratis

Baca: Lima Balita Alami Gizi Buruk, Dokter Sebut Ortu Tak Akses Posyandu

Baca: Karhutla Mulai Bermunculan di Kubu Raya, Api Malah Dekat dengan Pemukiman

Ia menyarankan apabila memang tidak mampu atau tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan makanan, Pemkot Pontianak ada cadangan pangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan ada pula makanan tambahan di Puskesmas yang dapat diakses masyarakat.

Edi berharap masyarakat sadar dan pemerintah akan terus sosialisasi dan meminta masyarakat sadar akan memeriksakan kondisi anaknya minimal di Posyandu setiap bulannya.

Sehingga diketahui pertumbuhannya apakah normal dan tidak normal, larena gizi buruk terkait dengan pola makan.

"Orangtua dan lingkungan harus peduli dan aktif mengetahui kondisi anaknya, jangan dibiarkan anak mengalami gizi buruk. Kita sudah ada cadangan makanan yang dapat diakses, tapi yang terjadi karena orangtua tidak paham memberikan makanan bergizi pada anaknnya bukan karena mereka tidak mampu namun pola makan yang salah," terangnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved