Majelis Ta'lim El-Betinqy Galang Dana Untuk Korban Kebakaran Kampung Beting

Musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Beting kelurahan Dalam Bugis beberapa hari lalu, menggugah rasa peduli

Majelis Ta'lim El-Betinqy Galang Dana Untuk Korban Kebakaran Kampung Beting
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penggalangan dama dari Majelis Talim El Betinqy untuk korban kebakaran Kampung Beting. 

Majelis Ta'Lim El-Betinqy Galang Dana Untuk Korban Kebakaran Kampung Beting

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Beting kelurahan Dalam Bugis beberapa hari lalu, menggugah rasa peduli.

Seperti yang dilakukan oleh Majlis Ta'lim EL BETINQY. Mereka berbagi, untuk mengurangkan beban penderitaan dari para korban.

"Ini didasari kemanusiaan, kita sebagai saudara saling berbagi, merasakan sesama penderitaan dari musibah yang telah menimpa mereka," kata Ade Maulana. Pembina Majlis Ta'lim EL BETINQY, Minggu (24/3) sore.

Aksi sosial ini dipusatkan di perempatan lampu merah Tanjung Raya. Ade Maulana melanjutkan aksi ini juga karena merasakan apa yang para korban rasakan.

Baca: Jadi Ancaman Bencana, Polda Kalbar Tangani Karhutla Dengan Serius

Baca: Jadwal SIM Keliling Minggu Terakhir Bulan Maret 2019

Baca: Quick Response, Tak Sampai Lima Menit Terduga Tersangka Pembacokan di Tanjung Raya Diringkus

Baca: Syarat Melakukan Konfirmasi Ulang Penerima Manfaat Jaminan Pensiun Berkala BPJS Ketenagakerjaan

Kata dia, ada sekitar 10 rumah yang hangus terbakar, sedangkan rusak ada empat. Dari itu selaku warga setempat dan Majlis Ta'lim EL BETINQY, menurut hemat mereka yang turun melakukan aksi sosial ini yang dibutuhkan untuk sementara waktu sementara adalah bantuan uang, pakaian dan makanan.

"Sama juga dengan baju sekolah dan perlengkapan lainnya," ujarnya.

Saat ini, dia bersyukur karena tanggapnya warga dan ormas untuk membantu para korban kebakaran tersebut. Meski demikian, dia pengin pemerintah cepat tanggap dalam hal ini seperti membenahi rumah para korban. Membantu kebutuhannya, baik sandang, papan maupun pangan. Serta kesehatan.

"Sementara ini para korban terpaksa harus mengungsi di rumah - rumah penduduk sekitar. Atau di rumah keluarganya dan rumah kosong," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved