Edi Kamtono Sebut Kaulitas Air Parit Tercemar dan Perlu Kolaborasi Bersama

Terselenggaranya Festival Paret 4.0 atau yang keempat kalinya ini, disambut Baik Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memotong pita secara simbolis pada acara puncak Festival Paret 2019. 

Edi Kamtono Sebut Kaulitas Air Parit Tercemar dan Perlu Kolaborasi Bersama

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terselenggaranya Festival Paret 4.0 atau yang keempat kalinya ini, disambut Baik Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Ia berterima kasih pada masyarakat Pontianak Utara yang terus menggelar kegiatan ini dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pontianak.

"Saya apresiasi dan bangga atas terselenggaranya Festival Paret 4.0 dan Pantas Seni. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk lingkungan," Ucap Edi Kamtono saat menghadiri acara puncak Festifal Paret 2019 di Pontianak Utara, Minggu (24/3/2019).

Baca: Hadiri Bursa Kerja UBSI 2019, Puluhan Perusahaan Siapkan Lowongan Kerja

Baca: Festival Paret Cara KSP Jaga Eksistensi Parit Kota Pontianak

Baca: Bupati Dijadwakan Buka Porseni Tingkat Kabupaten Besok

Ia menjelaskan khusus di Pontianak Utara ada 16 parit yang besar dan harus di jaga kelestarian, lingkungan dan terbebas dari sampah.

Kegiata Festival Paret disebutnya bagian dari inovasi yang digelar oleh Kreasi Sungai Putat dan patut diapresiasi karena masyarakat mempunyai kemauan dan mempunyai tekad dalam menjaga keberadaan saluran yang dianggapnya sebagai sumber kehidupan dan peradaban yang ada di Pontianak.

Pontianak dikenal dengan kota seribu parit, maka keberadaan parit yang ada harus dijaga dan dilestarikan.

"Kalau ini bisa terwujud kolaborasi antar masyarakat dan pemerintah, kita akan mendapatkan suatu wilayah dan kawasan yang sangat sehat,"ucap Edi Kamtono..

Ia menjelaskan fungsi parit sangat penting di Kota Pontianak, karena peradaban kehidupan, fungsi drainase yang menjadi sumber saluran pasang surut.

"Yang namanya air sumber kehidupan, jadi parit ini salah satu pusat peradaban warga Pontianak yang sangat familiar, jadi kita harus melestarikan,"sebutnya.

Baca: Masyarakat Ngabang-Jelimpo Nyatakan Sikap Deklarasikan Pemilu Damai

Baca: Polsek Meranti Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Pemilu 2019

Baca: Polsek Menjalin Gelar Apel Kesiapan Pemilu Tahun 2019

Sejauh ini parit ang ada, penampang basahnya sebagian besar sudah diturap, diamankan tapi harus jaga. Tapi yang membuat pekerjaan besar menurutnya meningkatkan kualitas dari air parit yang ada.

"Kita lihat dari kualitas airnya sudah sangat tercemar terutama oleh limbah rumah tangga dan industri rumah tangga, termasuk restoran dan pasar, maka perlu perhatian kita bersama dalam menangani ini dan apa yang dilakukan oleh masyarakat dengan kegiatan festival ini sangat membantu dalam menjaga serta melestarikan parit," ujarnya.

Edi menambahkan bahwa menjadi PR bersama untuk menjaga dan meningkatkan kembali kualitas air parit yang ada. Semua parit disebutnya sudah tercemar dan peranan masyarakat sangat diperlukan.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved