Pileg 2019

5 Parpol di Kalbar Dicoret jadi Peserta Pemilu, Bawaslu Buka Ruang Permohonan Sengketa

Ketika mediasi tidak bisa ditempuh, maka harus sidang sengketa, keputusannya akan dilihat, dipelajari lewat keputusan sidang sengketa itu,

5 Parpol di Kalbar Dicoret jadi Peserta Pemilu, Bawaslu Buka Ruang Permohonan Sengketa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ridho Panji Pradana
Kordiv PHL Bawaslu Kalbar, Faisal Riza 

5 Parpol di Kalbar Dicoret jadi Peserta Pemilu, Bawaslu Buka Ruang Permohonan Sengketa

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalbar, Faisal Riza menerangkan jika pihaknya membuka ruang untuk permohonan sengketa terkait dengan lima parpol yang dicoret KPU sebagai peserta pemilu karena tidak menyerahkan LADK.

"Prinsipnya itu kita proses, kitakan punya waktu tiga hari kerja, yakni Senin, Bawaslu menerima permohonan sengketa, permohonannya diajukan oleh Parpol kepada Bawaslu," kata Faisal, Jumat (20/03/2019) malam.

Ia pun menerangkan, permohonan tersebut diajukan sesuai tingkatan, jika bermasalah tingkat provinsi, diajukan ke Bawaslu Provinsi, sedangkan jika tingkat Kabupaten Kota, maka ke Bawaslu Kabupaten Kota.

Baca: Waroengkite.id Wadahi Pelaku UMKM Pasarkan Produk Secara Online

Baca: Edi Kamtono Harap UMKM Center Jadi Solusi Permasalahan Selama Ini

Baca: Deretan Momen Paling Penting yang Membuat Sejarah K-Pop, Dari yang Membanggakan hingga Mengharukan

"Kalau ditingkat Kabupaten Kota, maka ke Bawaslu Kabupaten Kota, mengajukan permohonan sengketa terhadap keputusan itu kalau mereka mau, karena harus ada permohonannya dulu," katanya.

Lebih lanjut, kata dia, Bawaslu akan mempelajari, nanti akan ada masa perbaikan permohonan pada tiga hari, ketika lengkap maka proses mediasi terlebih dahulu.

"Ketika mediasi tidak bisa ditempuh, maka harus sidang sengketa, keputusannya akan dilihat, dipelajari lewat keputusan sidang sengketa itu," tuturnya.

Jika kemudian peserta pemilu tidak mengajukan permohonan sengketa, lanjut Faisal, maka peserta pemilu tersebut akan menerima konsekuensi yang ada. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved