Program Sekolah Gratis, Desa Mandiri dan Kampung KB Bisa Kurangi Angka Pernikahan Dini

Maka dari itu visi misi kita akan menggratiskan sekolah dari tingkat SD,SMP,SMA

Program Sekolah Gratis, Desa Mandiri dan Kampung KB Bisa Kurangi Angka Pernikahan Dini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kalimantan Barat diselenggarakan di Grand Mahkota Hotel, Jalan Sidas Tengah, Kota Pontianak, kamis (21/3/2019) 

Program Sekolah Gratis, Desa Mandiri dan Kampung KB Bisa Kurangi Angka Pernikahan Dini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan katakan jika program Desa Mandiri, Kampung KB disinergikan dengan program pemerintah yang akan menggratiskan biaya sekolah sampai jenjang SMA bisa mengurangi anak putus sekolah dan pernikahan dini.

Hal itu disampaikannya pada saat menghadiri Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kalbar diselenggarakan di Grand Mahkota Hotel, Jalan Sidas Tengah, Kota Pontianak, kamis (21/3/2019).

Kalbar termasuk 5 provinsi pernikahan dini yang tinggi, satu di antara faktornya banyak anak sekolah yang putus sekolah.

"Maka dari itu visi misi kita akan menggratiskan sekolah dari tingkat SD,SMP,SMA," ujar Ria Norsan.

Baca: Diduga Bakar Rumah, Seorang Pria Jadi Sasaran Amukan Massa

Baca: Kebakaran Rumah di Kampung Beting, Diduga Sengaja Dibakar

Ria Norsan menambahkan,  masih banyak anak yang putus sekolah dari tingkat SMP yang ingin melanjutkan ke tingkat SMA.

Mungkin faktor kurangnya biaya, kini pemerintah sudah punya trobosan yaitu untuk menggratiskan sekolah SMA maupun SMK se Kalbar.

"Nanti mulai bulan Juni akan dimulai program gratisnya," ujarnya.

Supaya anak-anak bisa melanjutkan sekolah dari SD sampai ke SMA.

"Biasanya kalau putus sekolah dari SMP mau ke SMA terkendala biaya ini biasanya arahnya akan lari ke pernikahan dini," ujarnya.

Baca: TERPOPULER - Hubungan Terlarang Syahrini, Detik-detik Kulminasi, Hingga Kebakaran di Kampung Beting

Di Kalbar ini, kata dia, kalau untuk pernikahan dini belum digalangkan karena masih tinggi angka pernikahan dini di Kalbar.

"Maka perlu galangkan kepada masyarakat kita untuk menikah di usia yang sudah ditentukan," ujarnya.

Makanya dengan adanya program kampung KB ini sangat sejalan dengan program desa mandiri, dan disandingkan dengan trobosan baru program pemerintah untuk sekolah gratis.

"Jika ketiganya disinergikan maka akan cepat untuk menciptakannya," tutup Ria Norsan.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved