Kepala BBPOM Beri Penjelasan Terkait Larangan Jual Kratom Dalam Bentuk Olahan

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, Susan Gracia Arpan, melalui Kasi Inspeksi Badan POM Pontianak

Kepala BBPOM Beri Penjelasan Terkait Larangan Jual Kratom Dalam Bentuk Olahan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
Kepala BPOM Kalbar, Susan Gracia Arpan 

Kepala BBPOM Beri Penjelasan Terkait Larangan Jual Kratom Dalam Bentuk Olahan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, Susan Gracia Arpan, melalui Kasi Inspeksi Badan POM Pontianak, Berthin Hendry Dunard mengatakan kratom atau Mitrahyna Speciosa tidak boleh di edarkan dalam bentuk bahan jadi.

"Jadi untuk kratom, itu tidak boleh dikemas dalam bentuk bahan jadi, terus diberi merek dan klaim, seperti contoh klaim bahwa itu dapat meningkatkan stamina, menyembuhkan suatu penyakit dan sebagainya," jelasnya, Kamis (14/3/2019).

Berthin mengatakan, kratom hanya boleh di edarkan dalam bentuk bahan baku seperti powder, bubuk dan rajangan, bukan bahan jadi atau olahan, karena belum ada undang-undang yang mengaturnya.

Baca: Pekrindo Imbau Pengusaha Hanya Pasarkan Kratom Dalam Bentuk Bahan Baku

Baca: GP Anshor Sanggau Sambut Baik Dengan Dipasangnya CCTV Ditempat Penyimpanan Surat Suara

Baca: Pangdam Supriyadi dan Kapolda Didi Pimpin Bersama Upacara Kesiapan Pemilu 2019

"Tidak boleh disini artinya, Badan POM tidak akan mengeluarkan ijin edar terhadap produk itu, tapi kalau masih dalam bentuk bahan baku, karena belum ada undang-undangnya, Badan POM tidak akan mempermasalahkan itu," tuturnya.

Berthin menjelaskan bahwa, obat tradisional tidak boleh dicampur, itulah sebabnya kenapa banyak obat tradisional yang ditarik dan dimusnahkan karena mengandung bahan kimia obat (BKO).

BBPOM sudah lama melarang lewat surat edaran tahun 2016 tentang pelarangan pengunaa kratom dalam obat tradisional suplemen kesehatan.

"Didalam surat edaran itu dijelaska bahwa kratom mengandung alkaloid mitragynine yang pada dosis rendah mempunya efek sebagai stimulan, dan pada dosis tinggi mempunyai efek sedative-narkotika," terang Berthin.

Lanjutnya, "Disitu juga dijelaskan bahwa Badan POM tidak pernah memberika persetujuan ijin edar terhadap produk obat tradisional atau suplemen makanan yang mengandung kratom," imbuhnya.

Selain itu kata dia, Badan POM juga sudah mengeluarkan peraturan nomor 7 tahun 2008 tentang bahan baku yang dilarang dalam olahan pangan, dimana pada poin nomor 90, kratom atau Mitragyna Speciosa tercantum disitu.

"Dikeluarkannya surat edaran tersebut merupakan langkah antisipasi kita dari Badan POM, meskipun selama ini kita belum menemukan adanya bahan jadi dari kratom, contohnya di ekstrak, resin, kapsul, candy, dan lain-lain," tutur Berthin.

Berthin sangat mengapresiasi Pekrindo yang telah mengeluarkan himbauan tentang kratom, dimana itu merupakan tindak lanjut Pekrindo atas surat edaran dari BBPOM.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved