Kebakaran Kampung Beting

Harta Benda Ludes Terbakar, Ini Harapan Korban Kebakaran di Kampung Beting

Musibah Kebakaran terjadi di Kampung Beting, kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kamis (21/3/2019).

Harta Benda Ludes Terbakar, Ini Harapan Korban Kebakaran di Kampung Beting
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Derity (49) satu di antara korban Kebakaran di Kampung Beting. 

Harta Benda Ludes Terbakar, Ini Harapan Korban Kebakaran di Kampung Beting

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Musibah Kebakaran terjadi di Kampung Beting, kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kamis (21/3/2019).

Tercatat 8 rumah ludes terbakar.

Derity (49) satu di antara korban mengungkapkan tidak ada harta yang tersisa dari dirinya, rumah, tabungan, perhiasan, perlengkapan usaha, semua ludes terbakar.

Baca: Bawa 283 Jenis Flora Fauna Tanpa Ijin, 4 WNA Polandia Ditetapkan Sebagai Tersangka

Baca: Kodim 1205/Sintang BKO-kan Personel Bantu Polri Lakukan Pengamanan Pemilu 2019

Baca: Pengamanan Pemilu 2019, Kodim 1201/Mempawah Siapkan 250 Personel

Ditemui Tribun di rumahnya, ia masih terlihat syok, dan sedih, katanya terlihat merah, tak jarang terlihat meneteskan air mata saat di wawancarai.

Ia yang tinggal bersama sang suami Lidios Montanes (58) serta 2 anaknya ini saat ini hanya tinggal memiliki pakaian yang melekat di badannya.

Saat kejadian, ia mengungkapkan dirinya sedang berkunjung di rumah keluarga, sedangkan sang suami berada di mesjid.

Sehingga, dirinya tak sempat menyelamatkan harta bendanya.

"Tabungan, emas, untuk persiapan anak kuliah yang memang saya siapkan untuk anak kuliah itu kan saya simpan dalam 1 tempat di koper, dan ini habis semua,"ungkapnya.

Derity mengungkapkan, 2 unit motor dan 2 unit mesin jahit yang merupakan aset untuk usahanya juga di lalap api pada musibah kebakaran ini.

"Suami di Mesjid, saya ditempat keluarga, anak yang kecil itu didepan, dan yang tua itu kuliah belum balek, jadi ndak sempat nyelamatkan apa - apa, ndak bisa keluar dah motor tu yang dua,"ungkapnya.

Selain kerugian materil yang ludes terbakar, iapun terpaksa membatalkan semua pesanan jahitan yang telah masuk karena mesin, bahan dan berbagai peralatan menjahit miliknya sudah tak berbentuk.

"Ini yang saya bimbangkan, jahitan pesanan orang udah banyak masuk, ada yang udah jadi, ada yang masih bahan, senin lah saya mau datang mau ngasi tau,"ujarnya.

Derity pun berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada dirinya berupa modal untuk memulai kembali usahanya.

"Saya si berharap lah, ada yang bisa bantu, bantuan mesin jahit lebih lagi, suami saya kan kerjanya jahit, jadi saya bisa mulai usaha lagi,"harapnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved