Hadiri Rakor Pengendalian Rabies, Ini Penjelasan Kabid Peternakan Kapuas Hulu

Setiap daerah juga ditekankan untuk melakukan observasi pada HPR yang menggigit serta mengeliminasi hewan liar

Hadiri Rakor Pengendalian Rabies, Ini Penjelasan Kabid Peternakan Kapuas Hulu
Net
Ilustrasi rabies 

Hadiri Rakor Pengendalian Rabies, Ini Penjelasan Kabid Peternakan Kapuas Hulu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Maryatiningsih menyatakan, seluruh kabupaten kota se Kalimantan Barat, menghadiri rapat koordinasi Pengendaian Rabies antara pemerintah Indonesia, khsusnya Kalbar dengan Sarawak Malysia.

"Rakor tersebut dalam rangka evaluasi dan membahas tindak lanjut pengendalian Rabies di provinsi Kalbar, serta menindaklanjuti hasil siding pertemuan Sosek Malindo di Sibu Sarawak Malaysia akhir tahun 2018 lalu," ujarnya, Jumat (22/3/2019).

Sedangkan hasil pertemuan tersebut, jelas Maryatiningsih bagaimana strategi pemeliharaan hewan dan vaksinasi di Indonesia melalui pendekatan sosial budaya. Karena di tahun 2030, Indonesia ditargetkan bebas Rabies.

Baca: VIDEO: KPU Ketapang Tetapkan Lokasi dan Waktu Kampanye Rapat Umum

Baca: VIDEO: Polres Singkawang Jamin Keamanan Pemilih di Pemilu 2019

"Setiap daerah juga ditekankan untuk melakukan observasi pada HPR yang menggigit serta mengeliminasi hewan liar," ucapnya.

Disamping itu kata Maryatiningsih, adanya instruksi kepada seluruh kades/lurah melakukan pencegahan populasi HPR minimal 6 bulan sekali dengan memanfaatkan dana desa. “Serta membuat Perdes (Peraturan Desa) tentang pencegahan dan pengendalian rabies," ujarnya.

Selain itu pada bulan Juli-September 2019 mendatang, direncanakan vaksin serentak dan massal. Sedangkan pilot project untuk pengendalian rabies rencananya di Kabupaten Sanggau, bekerjasama dengan FAO, lantaran angka kasus gigitan di kabupaten tersebut relative tinggi, serta kabupaten perbatasan dengan Malaysia.

"Untuk Kapuas Hulu sendiri sampai dengan 20 Maret 2019, angka kasus gigitan HPR sebanyak 21 kasus. Kemudian ditambah dua kasus gigitan HPR lainnya yang belum masuk daftar, masing-masing di di Kecamatan Puring Kencana 1 kasus gigitan HPR kucing, dan Badau 1 kasus gigitan HPR anjing," ucapnya.

Baca: VIDEO: Pasukan Pengamanan Pemilu Gelar Simulasi di Halaman Polres Mempawah

Baca: Apel Gelar Pasukan, 14 Ribu Personel TNI-Polri Siap Amankan Pemilu 2019

Sedangkan data populasi HPR anjing di Kapuas Hulu tahun 2019 ini tercatat sebanyak 13.538 ekor, HPR kucing 18.471 dan HPR kera 450.

"Rencananya Senin tanggal 25-27 Maret nanti, tim dari Dinas Peternakan Provinsi Kalbar akan turun ke Kapuas Hulu melaksanakan survelians atau pengambilan sampel darah anjing yang sudah di vaksin pada bulan November 2018 lalu," ungkapnya. 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved