Pesona Kulminasi

Ribuan Orang Saksikan Detik-detik Kulminasi, Ini Kata Wali Kota, Edi Kamtono

Ribuan masyarakat Pontianak dan sekitarnya tumpah ruah memadati lokasi Tugu Khatulistiwa untuk menyaksikan acara Pesona Kulminasi.

Ribuan Orang Saksikan Detik-detik Kulminasi, Ini Kata Wali Kota, Edi Kamtono
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan Didampingi Istrinya serta tamu undangan lainnya mendirikan telur dititik 0 derajat lintang utara dan selatan, Kamis (21/3/2019). 

Ribuan Orang Saksikan Detik-detik Kulminasi, Ini Kata Wali Kota, Edi Kamtono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ribuan masyarakat Pontianak dan sekitarnya tumpah ruah memadati lokasi Tugu Khatulistiwa untuk menyaksikan acara Pesona Kulminasi.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono membuka acara yang akan berlangsung selama tiga hari kedepan.

Masyarakat berdatangan untuk menyaksikan berbagai kegiatan yang dirancang oleh panita untuk mengisi acara Pesona Kulminasi dan ingin menyaksikan detik-detik kulminasi dimana matahari tepat berada digaris 0 derajat lintang utara dan lintang selatan.

Edi Kamtono menuturkan bahwa terjadinya kulminasi adalah peristiwa penting dan menakjubkan yang dimiliki oleh Pontianak.

Baca: Tontonan Tak Sesuai Kategori Usia Bisa Merusak Sensor Kognitif Pada Anak

Baca: LIGA CHAMPION: Legenda Sepakbola Carles Puyol Ungkap Kesan Mendalam saat Pertama Kali ke Indonesia

Baca: VIDEO: Pengobatan Gratis Oleh Kodim 1201 Mempawah di Desa Sekais Membludak

Baca: IKIP PGRI Kunjungan Kerjasama dan Program Study Ex-Changes ke University International di Taiwan

"Titik kulminasi matahari inikan fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda yang dberada dilintasan tersebut," ucap Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Kamis (21/3/2019).

Peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun, yakni 21-23 Maret dan 21-23 September. Pada kegiatan Pesona Kulminasi ini, juga didirikan telur yang mampu mengundang penasaran penonton yang hadir.

Hari pertama, detik-detik kulminasi tepat jatuh pada pukul 11.50 WIB begitu juga untuk hari kedua, namun pada hari ketiga kulminasi jatuh pada pukul 11.49.

Selain itu juga Pesona Kulminasi Matahari ini dimeriahkan dengan pagelaran seni dan pameran.

“Ini merupakan suatu berkah yang harus kita manfaatkan potensinya sebagai even ekonomi kreatif dan kita ciptakan inovasi untuk mengajak warga kota dan seluruh dunia berkunjung di sini merasakan sensasi titik kulminasi di Kota Pontianak,” ucapnya.

Edi berharap fenomena alam Kulminasi Matahari yang hanya terjadi di Kota Pontianak ini, benar-benar bisa dioptimalkan dalam upaya menarik kunjungan wisatawan ke Kota Pontianak.

“Ke depannya harus ada inovasi-inovasi pengembangan yang sifatnya tidak lagi local tapi bisa go International dan saya yakin dengan keberadaan tugu Khatulistiwa yang pas di Pinggiran Sungai Kapuas bisa menjadi daya tarik sendiri yang bisa kita tingkatkan untuk bagaimana mendatangkan wisatawan-wisatawan Mancanegara,” tambahny.

Pada kesempatan yang sama, Edi menyampaikan pihaknya akan membenahi Kawasan Tugu Khatulistiwa sehingga lebih representatif.

"Tanggal 25 Juni - 5 Juli 2019 akan digelar Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Nasional yang dipusatkan di Tugu Khatulistiwa. Di kawasan ini akan dibangun venue yang bisa menjadi museum," jelasnya.

Dengan infrastruktur yang bagus dan representatif ia yakin banyak pengunjung akan merasa lebih nyaman dan lebih menyenangkan berada di Tugu Khatulistiwa.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved