Murid SD di Kapuas Hulu Jadi Korban Rudapaksa Saat Pulang Sekolah, Pelaku Lontarkan Ancaman

Murid SD di Kapuas Hulu Jadi Korban Rudapaksa Saat Pulang Sekolah, Pelaku Lontarkan Ancaman

Murid SD di Kapuas Hulu Jadi Korban Rudapaksa Saat Pulang Sekolah, Pelaku Lontarkan Ancaman
huffington post
Ilustrasi Murid SD di Kapuas Hulu Jadi Korban Rudapaksa Saat Pulang Sekolah, Pelaku Lontarkan Ancaman 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Murid SD di Kapuas Hulu, A (15) menjadi korban rudapaksa yang dilakukan K (16).

A (15) diketahui tengah dalam perjalanan sepulang sekolah saat K menghentikannya lalu berbuat tak senonoh.

Kasat Reskrim Polres Kabupaten Kapuas Hulu, Iptu Siko mengatakan, perbuatan tak senonoh K dilakukan Senin (18/3/2019) sekitar pukul 11.30 WIB, di kawasan kebun sawit.

Kejadian ini dilaporkan keluarga korban ke pihaknya dan langsung dilakukan proses hukum.

Kasat Reskrim mengatakan, pada hari Senin (18/3/2019) pukul 11.30 WIB, saat korban pulang sekolah melintasi jalan (areal kebun Sawit).

Korban pada saat melintasi jalan tersebut, berjalan seorang diri.

Baca: Misteri Hubungan Terlarang Syahrini & Pak Haji Isam Dibongkar Hotman Paris, Kebenarannya Terungkap

Baca: Seungri BIGBANG Kian Terpuruk, Monkey Museum Club yang Ia Kelola Dicurigai Langgar Hukum

Baca: Pelajar SD Jadi Korban Pencabulan di Kebun Sawit, Siko: Korban dan Pelaku Masih Bawah Umur

Baca: Kalahkan ITB, Pemuda Asal Ketapang Sukses di IT FEST USU 3.0 2019

"Tiba-tiba muncul terlapor atau pelaku yang tidak tahu datang dari mana. Dia kemudian memeluk korban dan merebahkan atau membaringkan korban ke tanah," ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/3/2019).

Terlapor K, mengancam korban agar jangan berteriak. K juga mengancam membunuh korban jika mengabaikan ancamannya.

Korban yang tidak berdaya dibekap mulutnya oleh terlapor menggunakan tangan. Setelah itu pelaku memoroti pakaian korban.

Pelaku kemudian melakukan perbuatan tak senonoh ke korban, hingga korban mengalami rasa sakit dan trauma.

Setelah selesai menyetubuhi korban, pelaku tak langsung pergi.

"Dia sempat mengancam apabila korban melaporkan kejadian tersebut, pelaku akan membunuh korban," ungkap Kasat Reskrim.

Setelah itu pada hari Selasa tanggal 19 Maret 2019, paman korban mendatangi Kantor Mapolsek Silat Hilir untuk melaporkan kejadian yang dialami korban untuk di proses lebih lanjut.

"Atas kejadian ini kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, melakukan Visum Et Repertum di Puskesmas Silat Hilir, dan menyita barang bukti yang ada hubungan dengan tindak pidana," ungkapnya.

"Pasal yang dipersangkakan ke dalam kasus tersebut adalah, pasal 81 ayat 1 ,ayat 2 dan atau pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved