Kapolda Kalbar Sebut Ada 182 Desa di Kalbar Memiliki Potensi Karhutla

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono menghadiri acara Borneo Forum ke tiga dalam acara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit

Kapolda Kalbar Sebut Ada 182 Desa di Kalbar Memiliki Potensi Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MAUDY ASRI GITA UTAMI
Kapolda Kalbar menjadi pemateri bersama Wakil Gubernur Kalbar.  

Kapolda Kalbar Sebut Ada 182 Desa Di Kalbar Memiliki Potensi Karhutla

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Kapolda Kalimantan Barat,  Irjen Pol Didi Haryono menghadiri acara Borneo Forum ke tiga dalam acara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Hotel Ibis, Kamis (21/3/2019).

Ia mengatakan dalam sambutannya, Gapki sebagai satuan pengusaha kelapa sawit harus bisa mempunyai prinsip dengan mengedepankan persatuan yang lebih baik untuk rakyat Indonesia.

Dalam pembukaan, Kapolda Kalbar tersebut jugaenyampaikan beberapa faktor yang masih banyak terjadi di wilayah Kalimantan Barat seperti "Kebakaran Hutan dan Lahan" (Karhutla).

Baca: Terjun Padamkan Api, Danramil Pontianak Selatan Ancam Tindak Tegas Pembakar Lahan Gambut

Baca: Ramalan Zodiak Capricorn Jumat 22/3 Seret! Libra, Sagitarius dan Aquarius, Bintang Kamu Sempurna

Baca: Lahan Gambut Seluas 10.000 Meter Persegi Terbakar, Sumber Air Berjarak 622 Meter

Dikatakannya, banyak sekali yang dirugikan atas kebakaran hutan dan lahan tersebut, sampai yang paling diingat ialah meninggalnya satu keluarga yang diakibatkan Karhutla.

"Pada tahun 2015 yang lalu hampir seluruh Indonesia kebakaran. Dimana kebakaran kerap terjadi  di Riau, Jambi dan  Kalimantan terutama Kalbar," ujarnya.

Sambungnya, Didi mengatakan bahwa Kalbar masuk didalam zona Karhutla terbesar. Dimana pengalaman di Kalbar luas titik yang terbakar mencapai 167.691 hektare," sebutnya.

Selain itu, di Kalbar Didi mengatakan ada 182 desa yang memiliki potensi Karhutla. Hal ini diakibatkan karena ada 1.600.000 juta titik hotspot dengan pengukuran 80-90 akurasi yang terdata. 

Didi mengatakan, Curah hujan yang rendah, dan musim kemarau 99 persen lahan terbakar yang sengaja dibakar oleh oknum masyarakat.

"Akibat dari dari karhutla ini, negara banyak mengalami kerugian. Bahkan jumlahnya mencapai triliunan rupiah. Tentunya penyebab terjadi kebakaran ini dikarenakan pengelolaan kawasan yang tidak baik serta fenomena elnino sehingga produktifitas perekonimian pun juga mengalami penurunan," paparnya.

Dalam beberapa kasus, dia menyebutkan bahwa oknum masyarakat sengaja membakar lahannya disebabkan tingkat pengetahun dan pendapatan ekonominya terbilang rendah, sehingga oknum ini mau melakukan pembakaran.

“Saya selalu ingatkan kepada semua pihak, terutama di kepolisian, kita perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dampak kebakaran ini,” jelas Kapolda tersebut. 

Di tahun 2018, Didi menjelaskan, bahwa pihak Polda bersama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) telah melakukan pendataan titik hotspot di Kalbar. Bahkan, dijelaskan dia saat itu Menteri KLHK, Siti Nurbaya turun langsung ke beberapa lokasi hotspot tersebut.

"Saya pernah menerima beberapa aduan yang masuk bahwa kebakaran ini sebetulnya dilakukan oleh pihak korporasi. Namun saya membantahaduan tersebut, karena dalam aturan yang dikeluarkan KLHK sudah jelas mengatakan bahwa jika korporasi melakukan pembakaran maka ia harus bertanggung jawab," pungkasnya. 

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved