Dialog Lintas Agama, Suryanto Sampaikan Pesan Keagamaan

Sekretaris Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kalimantan Barat, Suryanto hadir menjadi pemateri di Dialog Lintas Agama

Dialog Lintas Agama, Suryanto Sampaikan Pesan Keagamaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Sekretaris Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kalimantan Barat, Suryanto usai menjadi pemateri di Dialog Lintas Agama di IAIN Pontianak, rabu (20/3/2019). 

Dialog Lintas Agama, Suryanto Sampaikan Pesan Keagamaan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Sekretaris Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kalimantan Barat, Suryanto hadir menjadi pemateri di Dialog Lintas Agama di IAIN Pontianak, rabu (20/3/2019).

Suryanto menyampaikan disamping itu yang paling penting dari dialog antar umat beragama maupun secara internal. Dialog ini mempunyai tujuan pembinaan agar umatnya ada rasa toleransi antar umat beragama.

Dari kegiatan seperti inilah akan tercipta kerukunan umat beragama yang bagus dan keutuhan NKRI juga akan terjaga.

Baca: Prediksi Cuaca Malam Ini Cerah Berawan dan Besok Hujan Lokal di Kapuas Hulu

Baca: FOTO: Pengunjung Saksikan Rangkaian Acara dalam Menyemarakan Fenomena Kulminasi Matahari

Baca: Ribuan Masyarakat Padati Tugu Khatulistiwa Saksikan Kulminasi

"Kita lihat sekarang sedang momen pilpres dan pemilu ini banyak dari DPRD, DPRI , DPD," ucapnya.

Dimedia sosial banyak keluar statement yang negatif dan hoaks, kalau misalnya umat dibekali dengan ajaran yang benar. mereka akan menyaring berita tersebut.

"Jadi dalam dirinya ada satu kekuatan, pemahaman terhadap agama juga bagus jadi bisa membedakan antara yang benar dan tidak benar," ujarnya.

Ini juga tidak terlepas dari pendidikan seberapa tinggi atau jenjang pendidikan yang dimiliki sesorang.

"Misalnya pendidikannya cukup tinggi tentu sekali liat berita kita langsung tau," imbuhnya.

Sekarang masyarakat dalam kehidupannya rata-rata tidak terlepas dari hanphone atau internet terutama dikota besar. malahan sekarang di pedesaan hampir semua memiliki.

Perkembangan teknologi kalau bisa dimanfaatkan dengan benar itu sangat baik,kata dia, tapi sebaliknya jika tidak digunakan dengan baik bisa jadi bibit perpecahan.

"Jadi yang kita lihat sebetulnya yang banyak menerima dan menelan begitu saja berita yang ada rata-rata pendidikannya dibawah SMP," ujarnya.

Seorang tersebut memiliki umur yang sudah tua tapi pendidikan masih di bawah SMP lebih mudah menerima hoaks.

Suryanto mengatakan hasil penelitian dan survei melihat arahnya kesana dari segi pendidikan untuk itulah peran dari toko agama terutama pada umatnya yang pendidkannya masih dibawah SMP perlu diberikan pengertian minimal mereka bisa menyaringnya.

"Peran ini penting untuk dilaksanakan terutama di internal organisasi agama bisa memahami dengan benar, dan tidak mudah menyerap informasi yang negatif," tutupnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved