Kontroversi Masyarakat Wacana Penerapan e-Money Penyeberangan Feri
Sistem pembayaran manual dengan membayar sejumlah uang cash untuk mendapatkan karcis saat akan menaiki feri
Kontroversi Masyarakat Wacana Penerapan e-Money Penyeberangan Feri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sistem pembayaran manual dengan membayar sejumlah uang cash untuk mendapatkan karcis saat akan menaiki feri yang menghubungkan wilayah Pontianak Utara-Pontianak Kota selama ini telah membuat masyarakat nyaman dan terbiasa.
Adanya wacana dalam waktu dekat Pemkot Pontianak menerapkan sistem cashless dengan pembayaran cukup dengan sebuah kartu sama halnya yang diterapkan pada SPBU untuk mengisi BBM jenis Premium mendapat tanggapan beragam dari para pengguna jasa saat diwawancarai tribunpontianak.co.id dilokasi penyeberangan.
Ada yang setuju adapaula yang merasa penerapan itu masih belum efektif untuk jalur penyeberangan yang kondisi tertentu terjadi antrean yang panjang.
Baca: Hasil Survei Jokowi-Amin Merosot, Hildi: Bahan Evaluasi Kita
Baca: Dewan Sanggau: Razia Wajib Pajak Untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Pajak
Baca: JADWAL Piala Presiden Persebaya Vs TIRA Persikabo Babak 8 Besar Piala Presiden, Ini Prediksi Line Up
Satu diantara supir truk, Aldi (34) menyatakan kalau ia setuju saja dengan kebijakan yang akan diterapkan oleh Pemkot Pontianak tersebut.
Sebagai masyarakat ia menegaskan tak bksa berbuat apa-apa kalau kebijakan sudah diambil pemerintah dan diterapkan.
"Setuju saja asalkan tidak mempersulit masyarakat yang akan melintas. Saya sebagai pengguna mau tidak mau harus ikut kalau sudah diwajibkan," ucap Aldi saat diwawancarai,Rabu (20/3/2019).
Namun ia mempertanyakan apakah sistemnya sama dengan di SPBU yang ada, karena saat mengisi Bensin dengan menggunakan kartu nontunai tidaklah seperti yang dibayangkan, ia menceritakan kalau petugas masih memasukan nomor dimesin EDC sehingga membutuhkan waktu juga.
Apabila sistem yang sama dilakukan maka ia menegaskan pasti terjadi antrean panjang cenderung menghambat dan memperlambat transaksi.
Warga Pontianak Barat ini menegaskan kalau ia setuju saja dengan wacana tersebut, namun jangan sampai mempersulit penggunanya.
Pengguna lainnya yang membawa kendaraan pribadi, Musafi (46) menambahkan kalau ia kurang setuju dengan kebijakan tersebut. Menurutnya orang yang menggunakan itu bukan hanya warga Pontianak sehingga belum tentu ada kartu emoney yang dimiliki.
Pemerintah dimintanya tak memberatkan warga dengan harus membeli kartu lagi dari penyedia layanan.
Sistem yang ada saat ini dengan membayar cash untuk mendapatkan karcis disebutnya sudah memudahkan masyarakat dalam menggunakan layanan penyeberangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pelabuhan-feri5.jpg)