Warkop Solidaritas Gelar Talkshow ke-23 Dengan Tema Anggaran Pendidikan

Warung Kopi Solidaritas kembali mengadakan talkshow ke 23 dengan tema anggaran pendidikan seberapa efektifkah

Warkop Solidaritas Gelar Talkshow ke-23 Dengan Tema Anggaran Pendidikan
TRIBUNPONTIANAK/Syahroni
Para narasumber dalam kegiatan talkshow Warkop Solidaritas 

Warkop Solidaritas Gelar Talkshow ke-23 Dengan Tema Anggaran Pendidikan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warung Kopi Solidaritas kembali mengadakan talkshow ke 23 dengan tema Seberapa Efektifkah Anggaran Pendidikan.

Seperti biasa, Moch. Sab'in bertindak sebahai host dalam talkshow tersebut. Kegiatan ini menurutnya bagian dari kegiatan untuk mencerdaskan generasi bangsa k khususnya generasi millenial saat ini.

Berdasarkan rilis yang dikirim panitia kegiatan diangkatkatnya tema tersebut lantaran masih banyak persoalan-persoalan di negeri ini khususnya di Kalbar.

"Nah saat ini yang memang lagi hits di perbincangkan yaitu mengenai pendidikan kita.
Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat fundamental sekali dalam berkehidupan dan juga menjadi salah satu kebutuhan utama untuk masyarakat khususnya untuk generasi bangsa ini," ucap Moch Sab'in berdasarkan rilis yang dikirim.

Baca: TERPOPULER - Gadis Pontianak Korban Kawin Kontrak, Ultah Istri Midji ,Hingga Kisah Cinta Maruf Amin

Baca: Agenda Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan Hari Selasa (19/3/2019)

Baca: RAMALAN ZODIAK Selasa 19 Maret, Aquarius Hati-hati dengan Seseorang, Taurus Berani Ambil Risiko

Lanjut disampaikan sang moderator atau host, dengan anggaran yang besar di tahun 2019 yaitu 492,55 T atau 20 persen dari APBN merupakan anggaran yang sangat besar.

"Kita juga tahu bahwa persoalan pendidikan di Kalbar masih belum terselesaikan dengan baik. Dari tahun ke tahun kita belum menemukan penyelesaian atau solusinya," tambahnya.

Ia menjekaskan masih banyak lembaga pendidikan k yang belum terbangun dengan baik, mulai infrastrukturnya atau pun sistem pendidikan yang diterapkan.

Ia berharap dengan anggaran pendidikan yang sangat besar ini, bisa menyelesaikan persoalan pendidikan di Indonesia khususnya di Kalbar.

Masih banyak lembaga pendidikan di daerah-daerah terpencil yang belum terbangun infrastruktur yang memadai.

"Tidak lupa pula bahwa pendidikan yang juga sangat penting yaitu pendidikan moral/akhlak selain infrastruktur. Jika kita lihat para napi koruptor di negri ini sangat banyak sekali, mereka tidak memiliki rasa malu sehingga mereka hanya bisa mengambil apa yang menjadi milik rakyat," tambahnya.

Ia berharap dengan pemerintah daerah atau pusat bisa benar-benar mengefektifkan anggaran yang besar ini, demi pendidikan yang lebih baik untuk kedepannya.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved