Polisi Ungkap Dugaan Sementara Penyebab Kematian Korban

Warga Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman sontak digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria

Polisi Ungkap Dugaan Sementara Penyebab Kematian Korban
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Polisi memasang Police Line di lokasi penemuan mayat yang diketahui bernama Herkulanus Suwandi di Balai Betomu (Balai Pertemuan) Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman, Selasa (19/3). Dugaan sementara dari kepolisian korban tewas akibat penganiayaan. 

Polisi Ungkap Dugaan Sementara Penyebab Kematian Korban
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Warga Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman sontak digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang diketahui bernama Herkulanus Suwandi (33), di Balai Betomu (Balai Pertemuan) Dusun Meragun Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman, Selasa (19/3).

Ditemukan dalam kondisi berlumuran darah dan dalam kondisi telungkup di tanah, Kapolsek Nanga Taman IPDA Didik Darman Putra mengungkapkan dugaan sementara.

Ia mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara diduga mayat tersebut menjadi korban penganiayaan. Dan pihaknya juga telah mengamankan 4 orang sebagai saksi untuk dimintai keterangan.

Baca: Kadin Sanggau Sambut Baik Sanggau Suplai Jagung Hibrida Ke Singkawang

Baca: Kapolsek Nanga Taman Ungkap Indentitas Mayat yang Ditemukan di Balai Betomu Desa Meragun

Baca: Cek Kesiapan Pemilu, Tim Supervisi Mabes Polri Lakukan Kunker di Polres Singkawang

"Dugaan sementara penganiayaan, kita jyga telah mengamankan 4 orang sebagai saksi untuk dimintai keterangan. Kita minta doa dan dukungan agar kasus ini segera terungkap," ujarnya kepada Tribun.

Didik juga menjelaskan kronologi penemuan mayat tersebut, dimana awalnya pihaknya mendapat laporan dari warga Desa Meragun. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Lengki bersama suaminya Entawai yang saat itu hendak memberikan makanan ternak.

Saat melintas di Balai Betomu, keduanya melihat ada seseorang yang tergeletak di depan pintu gudang Balai Betomu. Keduanya sontak kaget, dan langsung mencari pertolongan dan memberitahukan kepada warga lainnya.

"Beberapa warga kemudian datang ke TKP dan mengecek korban apakah masih hidup atau tidak. Setelah memastikan korban sudah tidak bernyawa, warga kemudian langsung melaporkan ke kepala desa dan menelpon Polsek, saya beserta anggota lansgung menuju TKP," terang Didik.

Polisi dari Polsek Nanga Taman kemudian langsung bergegas ke TKP dan disusul anghota Sat Reskrim Polres Sekadau.

Lokasi kejadian saat ini juga telah dipasang police line. Sampai saat ini juga polisi masih melakukan penyelidikan penyebab kematian korban.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved