Penangkapan Narkoba Terbesar

DJBC Kalbagbar Sebut Dermaga Tak Resmi Potensi Masuk Barang Haram

Dirjen Bea Cukai Kalbagbar sebut dermaga berpotensi menjadi pintu masuk peredaran barang haram termasuk diantaranya narkotika

DJBC Kalbagbar Sebut Dermaga Tak Resmi Potensi Masuk Barang Haram
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Kanwil DJBC Kalbar Azhar Rasyidi bersama Wagub Kalbar H Ria Norsan dan Kepala BNN Prov Kalbar tunjukan barang bukti narkoba yang berhasil di ungkap 

DJBC Kalbagbar Sebut Dermaga Tak Resmi Potensi Masuk Barang Haram

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ditjen Bea Cukai Kalbagbar sebut dermaga berpotensi menjadi pintu masuk peredaran barang haram termasuk diantaranya narkotika, Bea Cukai bersama BNN akan melakukan pemetaan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Kanwil Ditjen Bea Cukai Kalbagbar ‎Azhar Rasyidi saat turut menghadiri press rilis pengungkapan narkoba 107 Kg sabu dan 114.699 Butir pil ekstasi di Sui Duri Kab Bengkayang yang di duga berasal masuk di sekitar kawasan pantai Gosong kec Sui Raya Kepulauan Kab Bengkayang.

Azhar Rasyidi menuturkan saat ini untuk pelabuhan dan sekelas nasional dan internasional belum ada yang menjadi jalur tikus.

Baca: VIDEO: Istighosah dan Tabligh Akbar di Putussibau

Baca: SEDANG BERLANGSUNG,LIVE ILC tvOne Selasa (19/3) Tema OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?

Baca: Alamat Lengkap Polres Mempawah, Lokasinya Berada di Tengah Kota

Namun, menurutnya kalau sekelas dermaga itu yang potensi peredaran barang haram itu bisa saja.

"Sekarang kita sedang perdalam, kita akan memetakan jalur laut ini, bersama BNN Pusat," kata Kepala Kanwil DJBC Kalbagbar‎ pada Selasa (19/3/2019)

"Akan tetapi untuk penindakan Narkoba ini tidak berdiri sendiri, pasti banyak oknum-oknumnya, aparat penegak hukum juga bersinergi, selain kita dan instansi lainnya."ungkapnya.

Azhari menuturkan pada tahun 2019 ini memang pihaknya baru sekali melakukan pengungkapan narkoba 5 Kg sabu pada bulan Februari 2019 kemarin yang bersinergi dengan BNN Pusat.

"Tahun ini kita baru sekali, dalam pengungkapan kita bersinergi dengan BNN Pusat, untuk tahun lalu sekitar 40 kilogram belum lagi pil ekstasi."kata Azhar Rasyidi

"intinya satu yang namanya narkoba dia (pelakunya_red) tidak berdiri sendiri, dan untuk menangkalnya kita tidak bisa sendiri juga,"katanya

Lanjutnya, maka Kita selalu intens dalam mengawasi, dan bekerja sama dengan aparat lain dengan membangun sinergi yang baik.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved