Terkait Korban Kawin Kontrak, Bebby Nailufa Minta Aparat Kejar Makcomblangnya

Pemerintah diminta harus hadir pada saat ada sesuatu permasalahan yang menimpa warga Kota Pontianak tersebut.

Terkait Korban Kawin Kontrak, Bebby Nailufa Minta Aparat Kejar Makcomblangnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa 

Terkait Korban Kawin Kontrak, Bebby Nailufa Minta Aparat Kejar Makcomblangnya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas atas pihak yang melakukan pencomblangan atau pihak ketiga yang mencarikan oknum warga negara asing wanita Pontianak untuk dijadikan kawin kontrak.

Hal itu diungkapkannya setelah mendapatkan informasi adanya warga Pontianak Utara yang menjadi korban perkawinan kontrak dan mendapat penganianyaan di Tiongkok.

"Siapa pihak ketiga yang menghubungkan, mencari wanita-wanita yang bisa di kawinkan. Siapa orang tersebut yang harus kita telusuri. Karena ini akan berdampak pada warga Kota Pontianak yang di iming-imingi tadi," ucap Bebby Nailufa, Senin (18/3/2019).

Pemerintah diminta harus hadir pada saat ada sesuatu permasalahan yang menimpa warga Kota Pontianak tersebut.

Baca: VIDEO: PGIW-Keuskukapan Agung Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan

Baca: Warga Desa Siantau Raya Minta Pembangunan JTM Dilanjutkan

Saat ini korban dari kawin kontrak hanya menjadi imigran gelap yang ada Tiongkok dan berdasarkan informasi yang ada telah ditahan pihak kepolisian setempat.

"Apalagi penyiksaan, tentunya ini yang harus kita informasikan kepada pemerintah pusat bahwa ada warga negara Indonesia yang ada di Tiongkok mengalami kendala karena kehabisan visa dan di perjual belikan dengan dalih kawin kontrak," tambah Bebby Nailufa.

Bebby menilai kawin kontrak ini sebenarnya bukan sesuatu yang murni untuk sebuah perkawinan tapi ada suatu hal yang lain dan harus diberi tahu pada warga Pontianak bahwa tak sedikit yang melakukan kawin kontrak malah berujung dengan penderitaan saat berada di negeri orang.

Baca: KPU Sanggau Terus Tingkatkan Kewaspadaan, Sumarto: Belum Pernah Diserang Hacker

Baca: Bawaslu Sintang Awasi Proses Pelipatan dan Penyortiran Surat Suara Pemilu 2019

"Tentunya kita harus mencari tau, warga juga harus melaporkam ke polisi dan kita mencari pihak ketiganya ini siapa. Sehingga bisa kita selidiki motif dan maksudnya," tegas Bebby Nailufa.

Pihak ketiga yang mencomblangkan harus di tindak dan harus bertanggung jawab. Mereka pasti mendapatkan sebuah materi dari transaksi kawin kontrak tersebut.

"Ini tentunya menjadi hal yang merugikan bagi kaum perempuan yang ada di Kota Pontianak, khususnya Pontianak Utara, saya harap orangtuanya melakukan pelaporan pada pihak berwajib dan secara resmi agar ada tindakan yang dilakukan," pungkas Bebby Nailufa.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved