Remaja Selandia Baru Diancam 14 Tahun Penjara Karena Sebarkan Video Aksi Teror Masjid Christchurch

Remaja laki-laki itu dihadirkan ke pengadilan Christchurch, Senin (18/3/2019) dan pengadilan memutuskan identitasnya tidak boleh dipublikasikan

Remaja Selandia Baru Diancam 14 Tahun Penjara Karena Sebarkan Video Aksi Teror Masjid Christchurch
(Screengrab from YouTube)
Inilah video amatir yang memperlihatkan dua orang polisi dengan senjata teracung menuju ke arah mobil Brenton Tarrant. Teroris penyerang Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 49 orang. 

Remaja Selandia Baru Diancam 14 Tahun Penjara Karena Sebarkan Video Aksi Teror Masjid Christchurch

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WELLINGTON - Seorang remaja 18 tahun yang dituduh menyebarkan video aksi teror masjid di Christchurch, Selandia Baru diajukan ke pengadilan dan permohonan pembebasan bersyaratnya ditolak.

Remaja itu menghadapi dua dakwaan yaitu menyebarkan video penembakan itu dan mengunggah foto salah satu masjid yang diserang ke internet dengan ditambahi tulisan "target diterima".

Selain itu, remaja tersebut juga mengunggah sejumlah percakapan di dunia maya yang bisa "memicu kekerasan ekstrem".

Remaja laki-laki itu dihadirkan ke pengadilan Christchurch, Senin (18/3/2019) dan pengadilan memutuskan identitasnya tidak boleh dipublikasikan.

Baca: Video Dugem Salmafina Sunan Beredar, Asyik Dugem Hingga Perlihatkan Bagian Pribadinya

Baca: Sekda Ketapang Imbau Seluruh ASN dan Wajib Pajak Sampaikan SPT Tahunan

Baca: 2019 PPA Polresta Sudah Tangani 26 Kasus KDRT dan Kejahatan Seksual Anak Bawah Umur

Namun, permohonannya untuk penangguhan penahanan dengan jaminan ditolak Hakim Stephen O'Driscoll.

Meski diajukan ke pengadilan, polisi sudah mengatakan, remaja tersebut tidak terlibat dalam penembakan brutal yang terjadi pada Jumat pekan lalu itu.

Menurut dokumen pengadilan, dakwaan pertama yang menjerat remaja itu tertangal 15 Maret, tepat di hari penyerangan masjid.

Sementara, dakwaan kedua terkait publikasi materi-materi yang mengandung ungkapan kebencian mencakup perbuatan yang dilakukan antara 8-15 Maret.

Awalnya, remaja ini dijerat dakwaan mempublikasikan materi yang bertujuan untuk memicu kekerasan atau kebencian terhadap sekelompok orang berdasarkan ras, etnis, atau latar belakang nasionalnya.

Dakwaan itu dicabut pada hari ini dan diganti dengan dua dakawaan baru.

Jika semua dakwaan ini terbukti di pengadilan, maka remaja ini terancam hukuman maksimal 14 tahun penjara. (*)

Artikel ini telah terbit di kompas.com dengan judul Sebarkan Video Penembakan Masjid, Remaja Ini Diancam 18 Tahun Penjara

Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved