Pernikahan Dini di Kalbar Masuk 5 Besar Indonesia, Dua Kabupaten Wilayah Pesisir Paling Tinggi

Perempuan dalam kelompok usia 18 tahun ke bawah rupanya masih banyak yang memulai kehidupan rumah tangga lebih awal.

Pernikahan Dini di Kalbar Masuk 5 Besar Indonesia, Dua Kabupaten Wilayah Pesisir Paling Tinggi
Ilustrasi
Pernikahan Dini di Kalbar Masuk 5 Besar Indonesia, Dua Kabupaten Wilayah Pesisir Paling Tinggi. 

Pernikahan Dini di Kalbar Masuk 5 Besar Indonesia, Dua Kabupaten Wilayah Pesisir Paling Tinggi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pernikahan dini masih marak di kalangan masyarakat Kalimantan Barat.

Perempuan dalam kelompok usia 18 tahun ke bawah rupanya masih banyak yang memulai kehidupan rumah tangga lebih awal.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang KSPK BKKBN Republik Indonesia, Dr dr M Yani MKes saat acara Genre Ceria Kalbar 2019 yang digelar BKKBN Perwakilan Kalbar di halaman Museum Kalbar, Minggu (17/3/2019).

Baca: Gadis Pontianak Jadi Korban Kawin Kontrak, Disiksa Suami hingga Ditahan Polisi Tiongkok

Baca: Innalillahi Wainnalillahi Rojiun, Ibunda Ustadz Abdul Somad Meninggal Dunia di Rumah Sakit Pekanbaru

“Kalimantan Barat tercatat satu di antara lima provinsi dari 34 provinsi se-Indonesia tingkat pernikahan dininya atau di bawah umur tertinggi. Untuk angka pernikahan dini rata-rata di Indonesia 10 persenan, tapi ada lima provinsi di Indonesia termasuk Kalbar yang angka perkawinan anak cukup tinggi," ucap M Yani yang juga merupakan ayah Genre Indonesia ini.

Masih tingginya angka pernikahan dini di Kalbar dan tingginya angka kehamilan tak terencana, ia menegaskan harus menjadi konsen BKKBN, karena dari penelitian, yang sudah menikah dini pupuslah harapan mereka mengejar kehidupan karirnya dan cita-citanya.

"Fakta menyatakan mereka yang terlibat kawin muda ini tinggi angka perceraian, tinggi angka kekerasan rumah tangga dan yang paling penting masa depan mereka terhapuskan dibandingkan rekan-rekan mereka yang saat itu masih mengejer pendidikan atau berkarier," tambahnya.

BKKBN, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di tingkat pemda disebutnya harus bersama-sama berupaya mengurangi angka perkawinan anak.

Tujuan utama dalam menggalakan pernikahan ideal untuk wanita 21 tahun dan laki-laki 25 tahun adalah memberikan kesempatan pada mereka meniti karier dan menuntut pendidikan serta merencanakan kehidupan yang lebih baik.

"Forum Generasi Berencana (Genre) adalah sebuah organisasi harapan kita untuk menyampaikan pesan-pesan pada teman sebayanya," tambah M Yani.

Halaman
1234
Penulis: Syahroni
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved