Aniaya Pacar Bisa di Penjara 5 Tahun, Ini Dasar Hukumnya

Ada korban yang takut untuk melapor karena takut pacarnya dihukum atau takut ditinggalkan pacarnya

Aniaya Pacar Bisa di Penjara 5 Tahun, Ini Dasar Hukumnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah 

Aniaya Pacar Bisa di Penjara 5 Tahun, Ini Dasar Hukumnya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini, banyak kasus kekerasan yang terjadi dalam hubungan pacaran.

Kekerasan dalam pacaran seringkali diawali oleh kekerasan emosional dan kata-kata yang kemudian diikuti oleh kekerasan fisik atau kekerasan seksual.

Kekerasan yang dilakukan pasangan ini muncul karena emosi marah yang tidak bisa dikendalikan dengan baik.

Baca: Komunitas Donasi Buku Sekadau Salurkan Buku ke Rojok

“Ada kedua remaja berpacaran kemudian yang perempuan mengalami kekerasan secara psikis maupun fisik. Untuk remaja yang masih berpacaran dilihat umurnya berapa, kalau anak masih di bawah umur 18 tahun ke bawah dia kan mendapatkan perlindungan berdasarkan UU Nomor 35 tahun 2014 yaitu dipasal 80 ada ayat satu, dua, tiga dan empat. Jika si korban dan pelaku ternyata sudah dewasa maka menggunakan KUHP yaitu penganiayaan, bisa dipasal 351 atau 352 KUHP,” ujar Kanit III Resum dan PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Hasanah, Senin (18/03/2019).

Inayatun menambahkan, ada prinsip salah yakni cinta mengalahkan segalanya.

“Ada korban yang takut untuk melapor karena takut pacarnya dihukum atau takut ditinggalkan pacarnya. Padahal jika dilaporkan dan ada bukti kekerasan ditubuhnya, bisa menjadi alat bukti yang kuat, pelaku di pidana paling lama lima tahun,” papar Inayatun.

Dijelaskan Inayatun ada juga korban yang diancam gambar asusilanya akan disebar.

“Jika sudah dishare dan gambar tersebut dinikmati oleh orang lain, maka pelaku bisa ditindak dengan pelanggaran UU ITE, sebagaimana yang dimasukan dalam rumusan pasal 45 ayat satu juga pasal 27 ayat satu UURI no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tegas Inayatun. (Mia Monica)

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved