Pasca Aksi Teror, PM Selandia Baru Jacinda Ardern Minta Donald Trump Kirim Cinta bagi Umat Muslim

Dia mengatakan Trump menyampaikan belasungkawa, dan bertanya apakah ada bantuan yang bisa diberikan Amerika Serikat.

Pasca Aksi Teror, PM Selandia Baru Jacinda Ardern Minta Donald Trump Kirim Cinta bagi Umat Muslim
Kolase/thespinoff.co.nz/aol.com
Pasca Aksi Teror, PM Selandia Baru Jacinda Ardern Minta Donald Trump Kirim Cinta bagi Umat Muslim 

Pasca Aksi Teror, PM Selandia Baru Jacinda Ardern Minta Donald Trump Kirim Cinta bagi Umat Muslim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Perdana Menteri Jacinda Ardern sempat  mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bantuan terbaik yang dapat dia berikan setelah serangan Christchurch adalah simpati dan cinta bagi komunitas umat Muslim.

Ardern berbicara kepada Trump di telepon pada Sabtu (17/3/2019) pagi sebelum terbang ke Christchurch, pasca  serangan terhadap dua masjid yang menewaskan 49 orang (update terakhir 50 orang_red).

Dia mengatakan Trump menyampaikan belasungkawa, dan bertanya apakah ada bantuan yang bisa diberikan Amerika Serikat.

Baca: Gunakan Hijab Tunjukkan Solidaritas, Ini Profil Lengkap Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern

Baca: Pasca Insiden Penembakan di Christchurch, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Tuai Pujian

Baca: PM Selandia Baru Tuntut Penjelasan FB atas Insiden Siaran Langsung Aksi Teror Penembakan di Masjid

"Dia bertanya apa tawaran dukungan yang bisa diberikan Amerika Serikat. Pesan saya adalah: 'Simpati dan cinta untuk semua komunitas Muslim,'" kata Ardern.

Sebelumnya Trump di masa lalu menyarankan bahwa masjid dan Muslim harus dilacak, Muslim dilarang dari Amerika Serikat, dan mengklaim bahwa "Islam membenci kita."

Ditanya bagaimana dia menerima pesan itu, Ardern mengatakan dia "mengakui itu dan setuju."

"Dia bertanya apa yang bisa dia lakukan dan saya hanya menyampaikan sentimen yang ada di Selandia Baru," kata Ardern.

Trump ditanya pada hari Sabtu pagi (waktu Selandia Baru) apakah dia berpikir bahwa supremasi kulit putih adalah "masalah yang semakin serius."

Dia menjawab: "Saya tidak begitu. Saya pikir itu adalah sekelompok kecil orang."

Halaman
1234
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved