Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta

Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta

Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta
KOLASE
Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta 

Al-Nobani juga menggambarkan bagaimana seseorang berusaha mengambil pistol dari penembak.

"Satu pria yang dia lompat untuknya, mencoba mengambil pistol darinya. Dia langsung menembaknya. Aku mencoba mengikutinya, tetapi aku tidak bisa," katanya.

Al-Nobani berkata di jalan dia melihat seorang teman dan putrinya yang berusia 5 tahun, yang baru saja mendekati untuk berdoa.

"Dia di rumah sakit, dia di rumah sakit," katanya.

Dia juga menggambarkan pemandangan mengerikan penembak yang menembak seorang ayah ketika ketiga anaknya melarikan diri ke Al-Nobani.

"Dia (penembak) juga pergi di jalan, jalan utama, antara taman dan masjid dan dia menembaki teman saya," katanya.

"Dan ketika anak-anaknya lari, penembak juga menembaknya. Aku datang dan mengambil anak-anak," katanya.

Al-Nobani mengatakan dua temannya telah meninggal.

Salah satunya adalah seorang pengungsi dari Suriah dengan seorang istri dan empat anak.

49 orang meninggal dunia dalam serangan teroris di dua masjid Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved