Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta

Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta

Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta
KOLASE
Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta 

Chenafa mendapat perawatan di rumah sakit dan kemudian dibolehkan pulang.

Chenafa mengatakan luka-lukanya tidak parah, meskipun dia pincang saat berjalan.

"Goresan ini akan baik-baik saja, tetapi goresan di hati itu akan sulit," katanya.

Baca: Pelaku Penembakan di Masjid New Zealand Brenton Tarrant Tatap Jurnalis saat Jalani Sidang Perdana

Baca: Simpatisan dan Pendukung Prabowo Diimbau Tak Gunakan Kendaraan ke Keraton

Tarik sempat dinyatakan meninggal dunia. Bahkan seseorang menyampaikan di Facebook bahwa dirinya satu di antara korban meninggal dunia.

Hal ini membuat keluarganya sempat panik. Seorang perawat kemudian membantunya menghubungi keluarga.

"Itu......itu adalah hari yang sangat menyedihkan, bagi kita, bagi masyarakat, bagi umat Islam, untuk Selandia Baru, Kami tidak pernah berpikir itu akan terjadi di sini di Christchurch, kota yang indah ini," kata Tarik dengan suara yang bergetar.

Korban lainnya, Al-Nobani mengatakan, dirinya melihat ketika seorang pria masuk ke dalam masjid dengan dua senapan.

"Pria ini, pria teroris ini, berdiri mungkin dua menit. Setelah itu dia menembak semua orang, semua orang - orang muda, wanita tua," kata Al-Nobani.

"Dia menembak yang pertama di gerbang, dua orang di koridor, dan masuk ke dalam mulai menembak semua orang," lanjutnya.

"Aku pergi melalui pintu, mendobrak gerbang dan mulai mengambil anak-anak terlebih dahulu. Teman-temanku membantu," katanya."

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved